Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Buka Tutup Lagi Pintu Kuro 

Bachtiar Febrianto • Minggu, 22 Desember 2019 | 23:21 WIB
Buka Tutup Lagi Pintu Kuro 
Buka Tutup Lagi Pintu Kuro 


LAMONGAN, Radar Lamongan - Sistem buka tutup pintu kuro Karangbinangun kembali diterapkan. Sebab, limbah yang mencemari air Bengawan Solo sempat masuk ke kuro. 


‘’Pertengahan November kita sudah mulai memasukkan air dari Bengawan Solo. Tanggal 2 Desember kembali ditutup pintu dari arah Bengawan karena warnanya berubah, informasinya tercemar limbah,” ujar Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan Djadi.


Menurut dia, kebutuhan air di tingkat masyarakat cukup tinggi. Sejak awal hujan, pintu arah Bengawan Solo sudah dibuka. Ternyata di pertengahan ada masalah pencemaran. Petugas di lapangan kembali menutup pintu tersebut. 


Namun, wilayah kuro tetap terkontaminasi pencemaran karena air dari atas cukup besar. Sedangkan di pintu juga ada rembesan.  


Menurut dia, permintaan air dari masyarakat sejak awal Desember sangat banyak. Sebab, petani ingin melakukan tanam benih. Namun, petugas lebih hati-hati mengeluarkan air kuro. Harus ada rekom pemerintah setempat. 


“Kita sudah menerima hasil lab pencemaran itu. Air tersebut hanya bisa digunakan untuk mencuci dan mandi. Sementara untuk aliran tambak dan konsumsi masyarakat masih belum bisa. Kecuali sudah diolah menggunakan alat yang sesuai,” jelasnya. 


Terkait air yang sudah masuk ke sejumlah tambak warga, Djadi mengatakan itu permintaan mereka. Sebab, air kuro mulai disalurkan ke bengawan jero sesuai permintaan. Beberapa tambak yang mulai terisi berada di wilayah Kecamatan Glagah, Kalitengah, Karangbinangun, Turi, dan Deket. 


Terkait pencemaran, menurut Djadi sudah berkurang karena ada campuran air hujan. Dia mengklaim ketika menerima hasil laboratorium,  petugas lapangan mulai membuang air sampai warna kembali normal. Setelah itu baru disalurkan lagi ke tambak warga. Kekurangannya, air yang disalurkan ke bengawan jero itu bisa memicu sedimentasi karena air kiriman pertama biasanya agak keruh.

Editor : Bachtiar Febrianto