Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dianggarkan Rp 360 Juta, Konsep Bundaran Jetak Diubah

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 3 September 2019 | 18:00 WIB
Dianggarkan Rp 360 Juta, Konsep Bundaran Jetak Diubah
Dianggarkan Rp 360 Juta, Konsep Bundaran Jetak Diubah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tugu air mancur berbentuk globe yang menghiasi Bundaran Jetak mulai dibongkar oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP)  dan Cipta Karya Bojonegoro kemarin (2/9). Rencananya tugu yang terdapat air mancur itu akan diubah dengan ikon bunga.


Kepala DPKP Cipta Karya Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, konsep desain bundaran itu akan menyesuaikan dengan semangat tagline Bojonegoro Produktif. “Insya Allah akan diberi ikon bunga kuncup yang akan mekar,” katanya melalui sambungan pesan WhatsApp kemarin.


Menurut dia, ikon bunga kuncup itu hendak menggambarkan bahwa Bojonegoro dengan potensi yang dimiliki akan maju dalam segala bidang kehidupan masyarakat. Karena itu, konsep ikonnya seperti kuncup bunga yang akan mekar. “Nantinya, di dalam kuncup bunga itu juga dimasukkan unsur dari elemen-elemen Bojonegoro produktif,” ujar mantan Camat Kedungadem ini.


Disinggung alasan diubahnya konsep bundaran Jetak dan target pembangunannya, Welly sapaannya, tidak memberikan jawaban. Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), total pagu proyek yang dianggarkan menggunakan APBD 2019 itu senilai Rp 360 juta.


Pemenang tender proyek CV Enggal Jaya Putra asal Kelurahan Klangon. Di LPSE, ditargetkan proyek rampung November 2019. Selain proyek tender, ada beberapa item proyek penunjukan atau pengadaan langsung membangun air mancur dan vertical garden.


Terpisah, menurut warga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota Faizal Insani, pengubahan konsep bundaran tidak urgen. Dia merasa bundaran itu hanya butuh pemeliharaan. Karena sejauh ini dia melihat air mancur di bundaran Jetak sering mati. Selain itu, jalan aspal di sekitar bundaran Jetak juga perlu diperbaiki, banyak yang bergelombang.


“Sebaiknya uangnya dibuat pemeliharaan atau memperbaiki jalan yang bergelombang,” tuturnya.


Hal senada diungkapkan warga Kelurahan Klangon Kukuh Setiyo Utomo. Menurutnya, bundaran Jetak dengan bentuk globe sudah menjadi ikon Bojonegoro. “Peremajaan atau pemeliharaan saja sudah cukup, tak perlu ganti konsep,” katanya.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bojonegoro