BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penggunaan plastik atau kresek sebagai bungkus daging kurban diminta untuk dikurangi. Panitia kurban diminta ikut mengurangi konsumsi sampah plastik. Sebaliknya, disarankan memakai bungkus daun jati atau daun pisang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Nurul Azizah menyarankan mengurangi sampah plastik dengan pengganti daun pisang atau jati untuk bungkus daging kurban. ’’Imbauan pengurangan sampah plastik sudah ada perintah mulai dari pusat hingga kabupaten. Tapi, kembali lagi butuh kesadaran masyarakat’’ katanya kemarin (7/8).
Nurul meminta seluruh lapisan masyarakat bisa mengampanyekan diet sampah plastik. Bisa dari perguruan tinggi, non government organization (NGO) atau lemabaga swadaya masyarakat, dan seluruh instansi. Karena upaya menyadarkan diet sampah plastik harus terus digalakkan. Khususnya usia anak-anak perlu didorong agar bisa menghindari tas plastik sekali pakai.
’’Para orang tua harus mengenalkan tumbler untuk air atau kotak bekal saat ke sekolah. Lalu mencontohkan saat belanja membawa tas yang bukan sekali pakai,’’ jelasnya.
Hal senada diungkapkan Ranitya Nurlita, aktivis lingkungan asal Bojonegoro. Dia merasa memupuk kesadaran diet sampah plastik perlu kesadaran yang tinggi. Inisiator Asean Reusable Bag tersebut terus fokus mengampanyekan diet sampah plastik.
’’Sebab urusan sampah tak bisa dianggap sepele. Perlu juga digalakkan pengklasifikasian sampah’’ terangnya.
Disinggung pembagian daging kurban menggunakan tas plastik? Dia meminta harus ditekan. Sebab hal yang terpenting ialah back to basic (kembali pada hal mendasar). Di mana masyarakat dulu selalu menggunakan daun pisang atau jati untuk membungkus makanan.
’’Saya kira tidak sulit mencari daun pisan atau jati. Jadi harus dikampanyekan secara massif,’’ ungkap dia.
Editor : M. Yusuf Purwanto