BOJONEGORO - Manajemen Griya Dharma Kusuma (GDK) masih terus melakukan proses penggabungan dengan jaringan Hotel Kasyara. Proses itu diperkirakan baru rampung 2 sampai 3 bulan lagi.
“Saat ini masih proses penerapan sistem kerja,” kata Direktur GDK Nila Puri Wijaya kemarin (22/4).
Puri menjelaskan, proses penggabungan manajemen itu meliputi banyak hal. Mulai sumber daya manusia (SDM), pelayanan, dan sarana.
Semua harus disamakan dengan Kasyara. Karena itu membutuhkan waktu yang lumayan panjang.
Sejauh ini, proses penggabungan sudah berlangsung empat bulan. Berbagai proses sudah dilakukan. Mulai asesmen pegawai hingga penerapan standard operating procedure (SOP) baru.
“Kita lakukan dengan total,” terang Puri.
Penggabungan dipilih karena itu satu-satunya cara agar GDK kembali sehat. Sebagaimana diketahui hotel milik pemkab itu kondisi keuangannya tidak sehat. Sehingga, target pendapatan asli daerah (PAD) tidak tercapai.
Puri menjelaskan, kondisi seperti itu terjadi karena okupansi yang rendah. Tidak banyak tamu hotel yang menginap di GDK. Karena itu, langkah penggabungan itu diharapkan bisa mencapai target PAD.
“Tahun ini target harus tercapai. Tahun lalu kita gagal capai target,” terang dia.
Menurut Puri, penggabungan dengan manajemen Kasyara itu atas saran dewan riset daerah (DRD). Sebab, berbagai upaya yang dilakukan sebelumnya tidak berhasil.
Sebelumnya, GDK pernah membuka food court di pojok depan hotel. Namun itu gagal total. Penyewa stan satu per satu mundur karena sepi pembeli.
Puri menjelaskan, jika proses penggabungan usai dia siap mengejar PAD. Sebab, di antara BUMD, keuangan GDK paling minim. Sehingga, belum bisa setor PAD.
Puri menambahkan, Kasyara adalah jaringan hotel asal Jogja. Sejauh ini Kasyara sudah mengelola ratusan hotel di Indonesia.
“Kami harap bisa sukses setelah digabungkan,” ujar dia.
Editor : M. Yusuf Purwanto