Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apel Akbar untuk Pemilu yang Aman, Damai, dan Berkualitas

M. Yusuf Purwanto • Senin, 15 April 2019 | 15:30 WIB
Apel Akbar untuk Pemilu yang Aman, Damai, dan Berkualitas
Apel Akbar untuk Pemilu yang Aman, Damai, dan Berkualitas

TUBAN – Menjelang pemungutan suara pemilu serentak 2019 pada Rabu, 17 April 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban Sabtu (13/4) lalu  menggelar Apel Akbar Kesiapan Pengawas Pemilihan Umum bersama seluruh jajaran pengawas pemilu se-Kabupaten Tuban.


Kegiatan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Tuban yang aman, damai, dan berkualitas itu dipusatkan di Alun-Alun Tuban. Hadir adalam apel akbar tersebut, perwakilan dari masing-masing forum pimpinan daerah (forkopimda), komisioner KPUK Tuban, serta lembaga/instansi terkait di lingkup Pemkab Tuban.


Bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel akbar tersebut, Ketua Bawaslu Tuban Sullamul Hadi, S.Ag. SH. MH., sekaligus membacakan sambutan Ketua Bawaslu RI, Abhan, SH. MH.


Disampaikan Gus Hadi, sapaan akrabnya, pemilu serentak untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota 2019 ini merupakan kali pertama dalam sejarah pemilu di Indonesia, sehingga menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru bagi Bawaslu.


Menyadari hal tersebut, selama berlangsungnya tahapan pemilu, Bawaslu telah melakukan berbagai upaya serius dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan pada hari tenang, hari pemungutan dan penghitungan suara, hingga rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu.


‘’Masa tenang adalah salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu, karena pada fase ini cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan, politik uang, propaganda isu SARA, berita bohong, bahkan tak jarang terjadi benturan antara massa pendukung. Pada fase inilah integritas seluruh eleman bangsa diuji, termasuk Bawaslu dan peserta pemilu,’’ paparnya.


Lebih lanjut Gus Hadi menegaskan, praktik money politics adalah musuh bersama, karena merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. ‘’Karena itu, seluruh jajaran pemilu bersama masyarakat kita tolak dan lawan politik uang,’’ tutur dia yang mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupatan Tuban untuk menolak dan melawan money politics.


Masih dikatakan Gus Hadi, apel akbar menjelang pemungutan suara ini menjadi alarm kesiapan bagi Bawaslu dalam mengawal pemilu serentak 2019 yang bersih, berintegritas, dan bermartabat.


Selain kegiatan apel akbar, kemarin (14/4) kampanye menolak dan melawan politik uang juga dilakukan Bawaslu Tuban pada acara car free day (CFD) yang berlangsung di Jalan Sunan Kalijaga. Dalam kesempatan tersebut, seluruh jajaran Bawaslu turun ke jalan membagikan ratusan bunga dan stiker tolak politik uang kepada para pengunjung CFD. ‘’Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, bahwa politik uang adalah musuh kita bersama,’’ tegas Gus Hadi. (tok/ds)


 


Editor : M. Yusuf Purwanto
#peserta