LAMONGAN – Pakaian tradisional desain putra daerah direspons Bupati Lamongan, Fadeli. Menurut dia, secara desain sudah bagus.
Namun, bupati belum memutuskan baju tersebut sebagai pakaian adat. Alasannya, perlu dilakukan uji publik. Nantinya, pakaian tersebut lebih dikenalkan ke masyarakat dulu. Dia mencontohkan dipasang di pusat keramaian dan sekolah. “Kan harus ada pendapat masyarakat juga,” ujarnya.
Menurut dia, selama ini setiap kegiatan di Lamongan selalu menggunakan pakaian adat provinsi. Karena itu, Lamongan perlu memiliki pakaian adat sebagai pengenalan budaya. Pakaian budaya itu dapat digunakan saat perayaan hari jadi Lamongan.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan, Ismunawan, menuturkan, pakaian adat yang dipamerkan sudah melalui beberapa kajian. Misalnya seminar dan uji lapangan beberapa budayawan dan desainer. Namun, demi kepentingan bersama, tetap akan dilakukan uji publik sesuai saran bupati. Sehingga baju tersebut bisa diterima semua kalangan. Pakaian adat karya Arif Ansori itu paling ditonjolkan udeng.
Editor : M. Yusuf Purwanto