Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Petani di Kapas Terancam Gagal Panen

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 7 Maret 2019 | 17:55 WIB
Petani di Kapas Terancam Gagal Panen
Petani di Kapas Terancam Gagal Panen

BANJIR yang melanda Bojonegoro memicu mayoritas petani di Kecamatan Kapas terancam gagal panen. Khususnya petani di Desa Wedi, Kalianyar, Sukowati, Tikusan, Sambiroto, dan Ngampel. Sebab, tanaman padi diprediksi sebulan lagi panen, saat ini terendam banjir.


Sehingga, petani berharap perhatian pemerintah, khususnya asuransi pertanian. Potensi gagal panen cukup besar, karena tanaman padi mereka sudah mulai berbuah. “Terancam (gagal panen) semua. Tanaman padi terendam banjir,” kata M. Shohib salah satu warga Desa Kalianyar kemarin (6/3).


Menurut dia, jika banjir sudah sehari merendam sawah itu tak segera surut, dipastikan padi bisa gagal panen. Karena, padi sudah mulai berbunga dan sebagian berbuah itu jika terendam banjir, tidak bisa berisi beras dengan maksimal.


“Pemerintah harus hadir, untuk mengatasi solusi ini,” ucap dia.


Dia menuturkan, sesuai data dikantonginya, di Desa Kalianyar terdiri 11 RT. Hanya satu belum menjadi korban banjir. Yaitu RT 9. Lokasinya di utaranya rel kereta api (KA) dan Jalan Bojonegoro-Babat.


Sesuai hasil pemantauannya, permukiman Desa Kalianyar berada di selatan rel kereta api, kebanyakan digenangi air. Semua barang rumah tangga terpaksa dipindah ke tempat lebih tinggi agar tidak terendam banjir. “Kalau di kampung mungkin cepat surut. Tapi yang sawah ini yang memprihatinkan,” ujarnya.


Dia menambahkan, banjir menggenangi kampung dan sawah di desanya itu dipicu hujan lebat terjadi Selasa (5/3) sore hingga kemarin pagi (6/3). Sungai tidak mampu menampung air hujan kiriman dari wilayah hulu, akhirnya meluber ke perkampungan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jupari belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung, namun ditolak. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bengawan solo #hujan deras #bojonegoro #gagal panen