Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Akan Dibangun Taman di Penangkaran Rusa

Bachtiar Febrianto • Senin, 17 Desember 2018 | 16:25 WIB
Akan Dibangun Taman di Penangkaran Rusa
Akan Dibangun Taman di Penangkaran Rusa

BOJONEGORO - Penangkaran satwa rusa jawa (Cervus timorensis) di Kecamatan Malo sudah mendapat izin utnuk dijadikan tempat wisata. Ahmad, anggota karang taruna asal Dusun Sugih, Malo, mengatakan, dari penangkaran ada delapan orang perwakilan untuk presentasi di Bojonegoro termasuk dirinya seminggu yang lalu. 


Ahmad mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai salah satu yang bertanggung jawab dalam pembuatan taman di sekitar area penangkaran rusa. 


“Ini sudah mulai pengerjaan, targetnya tahun baru sudah selesai. Sekitar bulan Januari,” akunya.


Ahmad menjelaskan, ketika proses presentasi, perwakilan penangkaran ditantang apakah berani jika nanti terjadi penyerahan rusa untuk dilepasliarkan oleh pihak perhutani. Dari pihaknya, dengan yakin memperbolehkan hal tersebut untuk ekosistem hutan. 


“Tapi harapannya, akan ada rusa milik desa sendiri. Biar nanti tempat wisata tetap ada rusanya,” katanya.


Salah satu pawang rusa, Imam mengatakan, sudah ada 42 ekor rusa yang dikembangbiakkan. “Dulu masih 6, lalu dikirim lagi 5 sampai 9 dari penangkaran yang ada di Blitar dan Kudus,” katanya. 


Imam menjelaskan, pengunjung kebanyakan dari anak-anak sekolah. Menurut data pengunjung, sudah 429 pengunjung di bulan Desember saja. Termasuk anak-anak, orang tua anak dan guru. “Pengunjung bulan ini dari Kalitidu, Plumpang, dan Cepu. Penangkaran ini sudah kurang lebih 10 tahunan berdiri, namun untuk tiket masuk belum ada. Jadi, selama ini masih seikhlasnya saja,” jelasnya. 


Salah satu pengunjung asal Dander, Iin mengatakan, tidak tahu jika ada tempat penangkaran rusa. “Tujuan awalnya ke gerabah soalnya. Ini juga baru tau karena sambil lewat,” akunya. 


Iin mengatakan, adanya penangkaran rusa memang bagus. Sayang masih kurang perawatan. 


Administratur Perhutani KPH Parengan Badaruddin Amin mengatakan, ada mengupayakan penangkaran rusa untuk menjadi wisata edukasi. “Kami memang sudah mengundang komunitas pecinta rusa untuk memberikan aspirasi mengenai rencana-rencana mereka dan pihak KPH masih menjajaki kemungkinan yang ada sambil memperbaiki fasilitas,” ujarnya.


Badaruddin mengatakan, untuk tahapan pertama akan diusulkan penetapan wisata rintisan dari kantor divisi regional (divre).


“Pada tanggal 5 November 2018 sudah ada pelepasliaran rusa dari penangkaran rusa Malo di Tahura Pacet. Kita sudah melepaskan empat ekor rusa kemarin, jantan dan betina,” jelasnya. 


Menurutnya, secara aturan, penangkaran rusa Malo sudah memenuhi ketentuan untuk melepasliarkan 10 persen dari populasi yang ada. Dia menuturkan aturannya karang taruna harus memiliki izin untuk menangkar dan memiliki kelayakan lokasi dari balai konservasi sumber daya alam (BKSDA). 


“Ada kemungkinan karang taruna sebagai plasma penangkaran KPH Parengan dan izin edarnya juga dari KPH Parengan,” katanya. 


Dia menjelaskan, KPH Parengan sudah memiliki izin penangkaran rusa dan izin edar atau jual rusa. (cs/aam)


FO : CHAHYA SYLVIANITA/RDR.BJN


Editor : Bachtiar Febrianto
#malo #bojonegoro