TUBAN – Gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Jawa menenggelamkan sebuah kapal nelayan asal Desa/Kecamatan Tambakboyo di perairan Bawean, Gresik selasa (10/7) pagi. Setelah terombang-ambing ombak selama hampir empat jam di tengah laut, tiga awak kapal tersebut berhasil diselamatkan sebuah kapal niaga yang melintas.
Pemulangan ketiga nelayan tersebut, Kasiyanto, 46, Muhammad Arifin, 27, dan Tanto Jihan Asrofi, 22, tadi malam sekitar pukul 19.00 disambut Camat Tambakboyo Didik Purwanto bersama anggota forkopimka di kantor kecamatan setempat.
Sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban menyebutkan, kapal berawak tiga nelayan tersebut berangkat melaut pada Minggu (8/7) malam. Kapal ini terbalik setelah ombak setinggi kurang lebih 4 meter mengempaskannya. Posisi kapal ini terbalik berjarak sekitar 30 mil dari pantai.
Camat Tambakboyo Didik Purwanto mengatakan, berdasar laporan keluarga korban, ketiga nelayan ini berhasil diselamatkan sebuah kapal niaga yang melintas tepat di lokasi tenggelamnya kapal. Kapal niaga inilah, kata dia, yang kemudian membawa ketiga nelayan tersebut ke daratan terdekat. Yakni, Pelabuhan Bawean.
Sesampai di Bawean, para korban menghubungi keluarganya di Tambakboyo. Keluarga korban ini pula yang melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Begitu mendapat laporan, BPBD berkoordinasi dengan Polairud Bawean. ‘’Ketiganya kemudian dijemput petugas Polairud Bawean dan diantar menuju Pelabuhan Gresik untuk diserahkan kepada keluarganya,’’ jelasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto