BOJONEGORO – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro harus terus berbenah. Sebab, dua nilai ujian nasional (unas) baik SMP maupun SD sama-sama mengalami penurunan. Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi menjelaskan, tahun ini hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Tahun lalu rata-rata nilai USBN SD adalah 70,07. Tahun ini nilai rata-rata mengalami penurunan. Yaitu, mencapai 68,24. Ada selisih 5,87.
Madrasah ibtidaiah (MI) juga mengalami hal yang sama. Tahun ini nilai rata-rata USBN MI mencapai 63,45. Sedangkan tahun lalu nilainya mencapai 66,23. Ada selisih 2,78.
Menurut Hanafi, penurunan itu terjadi karena banyak faktor. Di antaranya karena faktor tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Selain itu, mungkin karena faktor belajar yang perlu ditingkatkan. “Namun, kita akan terus berusaha agar tahun depan rata-rata kembali naik,” jelasnya.
Sebelumnya, hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP juga mengalami penurunan. Disdik menyebut penurunan itu karena belum semua sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri.
Hanafi melanjutkan, hasil USBN SD diumumkan secara terbuka. Yaitu, diumumkan di sekolah. Siswa diharapkan datang ke sekolah untuk menerima hasil USBN tersebut. “Kalau SD kita pilih terbuka saja. Kalau SMP kita lakukan tertutup,” jelasnya minggu (3/6).
Hanafi menjelaskan, meskipun tidak berpengaruh terhadap kelulusan, namun nilai USBN SD tersebut sangat penting untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya. Yaitu, jenjang SMP/MTs. Sebab, tahun ini PPDB masih menggunakan nilai USBN. Meskipun ada penerimaan peserta didik baru (PPDB) offline yang menggunakan jalur prestasi akademik maupun nonakademik.
Tahun ini pencapaian target nilai USBN mencapai 83, 22 persen. Hal itu menurut Hanafi sudah cukup bagus. Sebab, meskipun nilai USBN mengalami penurunan tapi target tidak meleset jauh.
Jumlah peserta USBN SD tahun ini adalah 13.290. Sedangkan MI adalah 4.475 siswa.
Sementara itu, saat ini disdik terus melakukan persiapan untuk melaksanakan PPDB online. Disdik menyiapkan anggaran senilai Rp 140 juta untuk melaksanakan PPDB online. Tahun ini disdik juga melaksanakan PPDB offline melalui jalur prestasi.
Editor : Bachtiar Febrianto