BOJONEGORO – Menjelang H-7 Ramadan, harga sembako berangsur naik. Diprediksi kenaikan kebutuhan sembako sebesar 10 persen, sehingga harganya pun ikut naik. Namun, minggu pertama puasa harga-harga sembako perlahan mulai turun. Namun, ketersediaan stok komoditas telur dan cabai di Bojonegoro hingga kini belum bisa mengandalkan produksi lokal.
Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro mencatat kebutuhan telur ayam saat hari biasa sebesar 967 ton, lalu pada H-7 Ramadan akan naik menjadi 1.064 ton. Padahal kekuatan produksi telur ayam di Bojonegoro hanya 300 ton per tahun. Praktis jumlah tersebut tidak bisa diandalkan. "Karena itu, produksi telur ayam di Bojonegoro belum swasembada, tak seperti beras yang surplus tiap tahunnya," ujar Kasi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro Revi Puspitasari.
Namun, Revi menegaskan tidak perlu khawatir, karena akses pangan Bojonegoro cukup. Stok telur tambahan biasanya diambil dari Blitar dan Kediri. Adapun pantauan harga telur di Pasar Kota Bojonegoro Rabu (2/5) masih terpantau wajar. Selain komoditas telur, ada juga komoditas cabai hingga kini belum mampu mengandalkan produksi lokal. Ketersediaan stok cabai berdasarkan rencana panen pada bulan Mei tak sampai 50 ton. Padahal kebutuhan cabai tiap bulannya 364 ton dan akan meningkat menjadi 401 ton ketika H-7 Ramadan.
Sementara itu, Revi juga menambahkan bahwa setiap kali momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), hampir semua bahan pangan mengalami fluktuasi. Siklusnya akan ada kenaikan harga saat jelang HKBN seperti jelang Ramadan. Sehingga setelah momen tersebut sudah lewat, otomatis harga-harga tiap komoditas akan berangsur-angsur stabil.
Pihak dinas ketahanan pangan sudah melakukan prediksi sembako akan naik seiring dengan kenaikan permintaan pasar. Setiap komoditas memiliki kriteria tersendiri tren kenaikan harganya. Di antaranya ketika jelang H-7 Ramadan harga beras mulai naik, lalu H-5 harga gula, telur ayam, dan minyak goreng mulai naik. Sedangkan harga kacang tanah, bawang merah, cabai, daging sapi, akan naik saat H-4. “Ketika H-1 Ramadan, baru harga daging ayam mulai naik,“ jelasnya. Acuan tersebut juga digunakan dinas perdagangan guna mengadakan operasi pasar murah.
Terpisah, salah satu penjual sembako di Pasar Kota Bojonegoro, Yasmo pun menerangkan bahwa siklus kenaikan harga tiap tahunnya sudah bisa diprediksi. Harga menjelang Ramadan pasti naik dan akan turun ketika minggu pertama puasa. Lalu pertengahan puasa akan naik lagi. “Harga sembako ketika jelang Lebaran biasanya tidak terlalu signifikan naiknya, justru harga sembako akan naik ketika sesudah Lebaran,“ jelasnya. Kemungkinan, imbuh dia, pemerintah hanya ketika jelang Ramadan dan Lebaran saja mengadakan operasi pasar murah untuk mengatur harga sembako di pasaran.
Editor : Bachtiar Febrianto