Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anak-anak Diperkenalkan Puting Beliung

Muhammad Suaeb • Jumat, 27 April 2018 | 13:00 WIB
Anak-anak Diperkenalkan Puting Beliung
Anak-anak Diperkenalkan Puting Beliung

BOJONEGORO – Kalangan anak-anak termasuk paling rentan menjadi korban bencana. Berkaitan dengan itu, ratusan anak-anak dilibatkan pada simulasi pengenalan bencana dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 di Bojonegoro kamis (26/4). Mereka diberi pemahaman tentang puting beliung dan cara mengatasinya. Sebab, angin puting beliung tergolong bencana yang kerap terjadi di Kota Ledre, terutama di wilayah pinggir hutan dan pegunungan.


“Terutama pada akhir musim hujan, kerap terjadi puting beliung,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Eko Susanto. Eko mengatakan, kegiatan itu diikuti 116 siswa SD dan SMP. Mereka diperkenalkan sekaligus diberi kemampuan cara pertolongan saat angin puting beliung terjadi.


Menurut dia, data BPBD Bojonegoro mengungkapkan, intensitas angin puting beliung empat bulan terakhir (Januari-April) terjadi sebanyak 16 kali di 11 Kecamatan. “Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kerugiannya cukup besar, mencapai Rp 151 Juta,” ungkapnya.


Dia mengungkapkan, wilayah terjadinya bencana puting beliung meliputi Bojonegoro, Kapas, Purwosari, Sekar, Balen, Ngasem, Kedungadem, Dander, Padangan, Tambakrejo, dan Gondang. Dampaknya hingga merobohkan rumah. “Karena itu kita lakukan simulasi ke para pelajar,” ujarnya.


Terpisah, Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, kawasan dengan potensi besar terjadinya puting beliung di wilayah perbukitan dan pinggiran hutan. Terutama saat transisi dari musim penghujan ke musim kemarau seperti saat ini. “Kecamatan-kecamatan rawan puting beliung umumnya di wilayah perbukitan dan pinggiran hutan,” tukasnya.

Editor : Muhammad Suaeb