BOJONEGORO – Meski sudah berganti pengelola, masalah dihadapi Kios Rajekwesi tetap sama. Yakni, banyak kios tertutup dan kondisinya sepi. Bahkan, banyak pemilik toko yang menyerah dan memutuskan mengembalikan kunci ke pengelola. Kondisi itu membuat pengelola baru, dinas koperasi dan UKM, mulai putar otak.
“Ya karena sepi terus, jadi kuncinya kami kembalikan,” kata Soleh, salah seorang pedagang yang pernah menyewa Kios Rajekwesi Kamis ( 5/4).
Dia mengatakan, sebelumnya dia memang sempat menyewa dan menggunakan kios di kawasan taman tersebut. Tapi, karena sangat sepi, dia pun menyerah dan mengembalikan kunci pada pengelola.
Menurut pengakuannya, dia sempat menggunakan kios tersebut selama kurang lebih enam bulan. Dari masa itu, yang dia ingat selalu sepi. Bahkan, dari 30 kios berada di sana merasakan hal sama. Yang ramai hanya beberapa saja.
“Karena setiap buka butuh modal dan karena sepi modal gak ngatasi, akhirnya memilih tutup,” imbuh dia.
Soleh mengatakan, masalah utama di Kios Rajekwesi bukan karena mahal atau tidak mahal harga sewanya. Tapi lebih karena sepi. Hampir setiap berjualan jarang laku. Kalaupun lokasi taman ramai, lanjut dia, tapi untuk kawasan kiosnya tetap saja sepi.
Padahal, kata dia, lokasinya sangat strategis. Saat menyerah dan mengembalikan kunci, dia mengaku tidak sendiri. Sejumlah penyewa kios lain juga melakukannya. “Tempatnya sangat strategis. Harusnya bisa ramai,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Dinkop dan UKM Bojonegoro Elsadeba Agustina mengatakan, sebagai pengelola baru, saat ini memang fokus dinkop meramaikan kawasan kios dengan para pedagang.
Dia mengakui jika memang selama ini kawasan kios sepi pedagang. Selain bakal mengupayakan kios-kios kosong terisi kembali, pihaknya juga bakal mengajak semua pihak berkaitan percepatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat untuk kembali memberdayakan kawasan kios tersebut.
“Kami akan ajak seluruh pihak (berkaitan ekonomi dan kesejahteraan) untuk kembali fungsikan kios dengan baik,” kata Elsa.
Sejumlah pihak yang dia maksud, meliputi OPD, NGO, perguruan tinggi, hingga perbankan. Sebab, dia merasa, sejauh ini peran pihak-pihak tersebut tidak tampak. Padahal, Kios Rajekwesi adalah bagian dari Taman Rajekwesi.
“ Selain itu, kita juga akan kerahkan tim kerja Pusat Pengembangan Bisnis dan Akselerasi Bisnis (PPAB) UMKM untuk menyentuh sentra produk Rajekwesi itu,” pungkas dia.
Editor : Bachtiar Febrianto