FEATURES - Ananda Qurota Aini, 14, belajar kaligrafi setahun terakhir. Kemampuannya memadukan warna membuat dia sering meraih prestasi. Lugu dan polos tampak di wajah Ananda Qurota Aini. Saat ditanya wartawan koran ini, siswi kelas VIII itu tak banyak bicara. Hanya sesekali menjawab pertanyaan. Dia memilih menunjukkan hasil karya kaligrafinya.
Minggu lalu, Nanda meraih juara tiga pada lomba tingkat Jawa Timur di Sidoarjo.Sebelum lomba, dia mengambil undian gambar ayat Alquran yang bakal diperindah. Kebetulan, Nanda kebagian surat Al-Lail ayat 7.
Dia memilih warna ungu, pink, coklat, biru, putih, hijau, dan hitam untuk kaligrafinya. ‘’Tapi paling dominan warna ungu dan pink karena itu warna kesukaan saya,’’ tutur Nanda kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Cewek asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, tersebut berkreasi di atas kertas A3 yang telah disediakan. Teknik melukis kontemporer dipilihnya. Empat jam waktu yang dihadapinya untuk menyelesaikan kaligrafi tersebut.
‘’Walaupun diundi dan mendapat ayat itu, tapi tidak merasa kesulitan,’’ tuturnya. Di dalam lukisan kaligrafi buah karyanya, Nanda menggambarkan sebuah gunung dan air di bawah kaligrafi berwarna coklat dan hijau.
Awan dilukiskan dengan warna ungu dan merah muda untuk menghidupkan suasana. Meski persiapan untuk lomba hanya seminggu, Nanda mampu meraih juara ketiga. ‘’Sebelumnya sudah pernah mengikuti lomba serupa, tapi di lingkup dalam daerah saja,’’ imbuhnya.
Nanda pernah menyabet juara 1 kaligrafi hiasan mushaf se-Kabupaten Lamongan, juara 3 kaligrafi naskah se-Kabupaten Lamongan, serta juara 4 kontemporer Jatim seleksi akhir kontingen LPTQ Kabupaten Lamongan.
Bagi Nanda menjadi juara memang penting, tapi lebih penting lagi mendapat pengalaman. Serta menikmati goresan tangannya untuk memerindah ayat-ayat di atas kertas dengan berbagai warna.
‘’Kebetulan di tempat belajar agama di sini juga fokus dalam pembinaan seni kaligrafi,’’ ujar siswi salah satu SMP di wilayah pantura tersebut.
Editor : Bachtiar Febrianto