BOJONEGORO – Satpol PP Bojonegoro akan membuat pos trantibum mobile di sejumlah lokasi di Kota Ledre itu. Kebijakan itu diambil, setelah pilot project pos trantibum mobile di Jalan Teuku Umar efektif menertibkan pedagang kaki lima (PKL) bandel.
“Memang ada progress membaik setelah dilakukan kebijakan itu,” kata Kasatpol PP Bojonegoro, Achmad Gunawan senin (12/3) Gunawan mengatakan, kondisi PKL di Jalan Teuku Umar memang berangsur membaik sejak adanya pos trantibum. Kondisi itu lebih baik daripada dilakukan operasi penertiban secara mendadak.
‘’Kepatuhan PKL ternyata harus diawasi dengan cara tersebut,’’ ujarnya. Menurut dia, Jalan Teuku Umar selama ini identik dengan PKL yang tidak patuh jam berjualan. Terutama pada jam-jam larangan, yakni pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore. Dengan adanya pos trantibum tersebut, keriuhan PKL mulai terurai. ‘’Bahkan bisa dikatakan kondusif,’’ tukasnya.
Dari hasil positif tersebut, Gunawan mengatakan, pihaknya bakal memberlakukan kawasan-kawasan lain untuk dibuatkan pos yang sama. Hanya, sejauh ini fokus pos trantibum pada kawasan kota yang identik dengan PKL bandel. Namun Gunawan belum memastikan lokasi-lokasi tersebut.
Dia hanya menyatakan, ada dua jalan di kawasan kota identik dengan PKL melanggar jam berjualan. Yakni Jalan Diponegoro dan Jalan Hasyim Asyari. “Selain Jalan Teuku Umar, ada dua jalan lain, yakni Jalan Diponegoro dan Jalan Hasyim Asyari,” katnya.
Editor : Muhammad Suaeb