BISNIS - Bisnis travel wisata masih berpotensi karena ditopang antusiasme masyarakat liburan cukup banyak. Meskipun bukan momen liburan, permintaan travel wisata di Blora, ternyata bisa diandalkan.Slamet Dwi Cahyono salah satu pengusaha travel mengatakan, selama ini tidak pernah sepi pengorder. Sehingga, optimisme bisnis ini dianggap masih terbuka. Namun, dia meyakini kebanyakan pemesan merupakan instansi pendidikan, seperti sekolah.
Tidak hanya dari Kecamatan Cepu dan perkotaan Blora, kata dia, pemesan travel wisata juga dari sekolah luar daerah. Termasuk sekolah dari Bojonegoro dan Tuban. Selain instansi pendidikan, pemesan travel wisata juga dari kelompok-kelompok masyarakat, termasuk koperasi.
Namun, pemesan belum merambah instansi pemerintahan. “Kalau instansi pemerintahan itu jarang,” ujar Slamet sapaannya.Namun, pemesan dari pegawai pemerintahan juga ada. Hanya, dia memesan bukan atas nama instansi, tapi kelompok keluarga. Sebaran travel wisata yang dituju hingga antarpulau. Termasuk ke Bali dan Mataram.
Hanya, pemesan terjadi lonjakan signifikan, kata Slamet, ketika musim libur sekolah. “Jadi ketika musim liburan, terasa nggak pernah istirahat,” ujarnya.
Editor : Bachtiar Febrianto