Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rehab Alun-Alun, Perluas Fasilitas Umum untuk Para Difabel

Bachtiar Febrianto • Jumat, 23 Februari 2018 | 17:35 WIB
Rehab Alun-Alun, Perluas Fasilitas Umum untuk Para Difabel
Rehab Alun-Alun, Perluas Fasilitas Umum untuk Para Difabel

LAMONGAN – Sebagai tindak lanjut rehab total yang akan dilakukan tahun ini, seluruh pagar alun-alun Lamongan akan dibongkar. Selanjutnya fasilitas jalan dan trotoarnya akan diperluas, termasuk untuk  penyandang disabilitas.


“Nanti pagarnya (alun-alun,Red) kita jebol semua biar lebih luas jalannya,” ungkap Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, Siti Zulkhah kemarin (22/2).


Menurut dia, pembangunan trotoar nantinya akan dibagi menjadi delapan spot, dengan luas yang tidak berbeda. Termasuk memperhitungkan adanya tugu yang tidak mungkin  dibongkar.


Pembongkaran pagar akan memberikan keuntungan jalan lebih luas. Sehingga spekulasi jalan lebih nyaman dan masyarakat lebih leluasa dalam menikmati ruang terbuka publik tersebut. 


‘’Karena itu akses jalan dan trotoar akan dibangun dengan memaksimalkan lahan, sehinggaA tetap membongkar seluruh pagar alun-alun,’’ terangnya. 


Menurut Zulkah, rehab alun-alun tersebut juga mempertimbangkan fasilitas umum (fasum) bagi difabel. Karena sebelumnya penyandang disabilitas masih kesulitan menikmati fasum akibat minimnya akses, khusunya fasum di alun-alun.


“Harapannya seluruh masyarakat Lamongan bisa menikmati fasum dengan leluasa,”ujarnya. Dia melanjutkan, pembangunan fasum bagi penyandang disabilitas ini memang baru pertama.


Karena keterbatasan anggaran, sehingga baru bisa dianggarkan tahun ini. Sehingga pembangunan alun-alun akan dilakukan secara menyeluruh.


‘’Artinya, seluruh akses menuju fasum alun-alun akan dirubah total dengan memberikan lantai khusus bagi disabilitas,’’ ungkapnya . Menurut dia, pihaknya hanya fokus untuk memperbaiki akses jalan dan trotoar.


Sedangkan untuk fasilitas permainan dan lainnya merupakan wewenang instansi lain. “Untuk isi didalamnya (alun-alun,Red) sudah melekat pada instansi lain,’’ tukasnya. 


Ketika disinggung mengenai anggarannya, menurut Zulkhah sekitar Rp 3,6 Miliar. Dengan anggaran sebesar itu dipastikan seluruh totoar alun-alun akan direhab total.


Bahkan kalau program ini berhasil, kedepannya persediaan layanan fasum, termasuk bagi disabilitas akan diperluas. “Kalau berhasil nanti kita tambah pengembangannya tahun depan,” imbuhnya.

Editor : Bachtiar Febrianto
#lamongan