Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bisnis Photobooth Digandrungi Pelajar, Ini Alasannya

Ebiet A. Mubarok • Jumat, 26 Januari 2018 | 17:44 WIB
Bisnis Photobooth Digandrungi Pelajar, Ini Alasannya
Bisnis Photobooth Digandrungi Pelajar, Ini Alasannya

BOJONEGORO - Bisnis photobooth mulai meramaikan ekonomi kreatif di Kota Ledre. Konsumen ada pertumbuhan. Bisnis ini ada peningkatan ketika pelaku usaha selalu up-to-date konsep dan desainnya. Serta, pelayanan foto cepat jadi. Rata-rata konsumen tertarik dengan konsep minimalis.


Kebanyakan konsumen kalangan anak muda yang tertarik dengan photobooth. Terutama kalangan perempuan menonjolkan kesan lucu dan feminin.


Mizanul salah satu karyawan photobooth mengatakan, bisnis tersebut memang sedang hits di kalangan remaja. Omzetnya mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta tiap bulan.


‘’Sejak berdiri dua tahun lalu, omzet stabil dan cenderung naik,” katanya. Konsumen yang datang, kata dia, tak hanya dari kalangan remaja. Terkadang ada ibu hamil atau balita yang ingin mencari konsep foto unik.


Beberapa konsumen juga ingin foto pre-wedding atau pasangan muda memilih konsep indoor. Konsumen paling banyak datang ketika hari libur dan musim wisuda.


Indriyanti salah satu karyawan photobooth di Kecamatan Balen menambahkan, konsumennya remaja karena kalangan ini gemar foto-foto. Sehingga tak heran, setiap ada photobooth pasti ingin mampir.


Rata-rata ingin mencoba konsep yang tersedia.‘’Tentunya mayoritas pelajar dan mahasiswa,” ujarnya memastikan omzet per bulan mulai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.


Selama ini, bisnis photobooth masih memiliki prospek cukup bagus. Karena keduanya sama-sama selalu melakukan penyegaran pada konsep properti dan wallpaper.Sehingga mereka ingin konsumen tidak bosan dengan konsep yang biasa.


Apalagi, photobooth ini dengan tarif yang terjangkau.


 


 


 



 

Editor : Ebiet A. Mubarok
#bojonegoro