Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Komunitas Pecinta Kucing Anggora, Media Belajar Sesama

Bachtiar Febrianto • Selasa, 12 Desember 2017 | 13:40 WIB
komunitas-pecinta-kucing-anggora-media-belajar-sesama
komunitas-pecinta-kucing-anggora-media-belajar-sesama


Pemilik kucing anggora di Lamongan terus bertambah. Setiap akhir pekan, mereka berkumpul di alun - alun  kota setempat.


--------------------------------------


MUHAMMAD SU’AEB, Lamongan.


--------------------------------------


Beberapa laki – laki dan perempuan duduk lesehan di pojok Alun - Alun Kota Lamongan.


Para muda-mudi itu membawa kucing yang terlihat bersih. Kucing yang dipamerkan kepada pengunjung alun - alun itu kucing jenis Anggora.


Di bagian belakang lokasi berkumpul mereka, terdapat spanduk bertuliskan Lamongan Cat Lovers.


Nama itu mereka pilih sebagai nama komunitas pecinta kucing asal Turki tersebut. 


‘’Yang gabung di komunitas ini sekitar 20 orang,’’ tutur salah satu anggota  Lamongan Cat Lovers, Alfian, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.


Kucing anggora berbeda dengan kucing lokal. Kucing ini merupakan salah satu ras tertua dari kucing yang berasal dari daerah Ankara (Angora) di Turki.


Konon, kucing tersebut dikenal sejak tahun 1600-an.


Kucing anggora memiliki bentuk wajah seperti kucing lokal atau kucing kampong.


Namun, bentuknya sedikit segitiga dengan hidung yang sedikit mancung. Telinganya juga cenderung runcing dan panjang.


Selain itu, ukuran tubuh dari kucing ini lebih tinggi.


‘’Di bagian ekor kucing anggora bulunya paling panjang dan tebal bahkan disebut sebagai ekor musang karena mirip,’’ cerita Alfian.


Bulu di bagain wajah kucing angora tidak tebal dan panjang. Namun, bulunya cenderung sedikit lebih lebat dibandingkan kucing lokal. J


enis kucing anggora umumnya lebih aktif, senang bermain, energik, dan penurut.


Menurut dia, kucing anggora juga cukup cerdas, suka berinteraksi dengan manusia, punya rasa ingin tahu yang tinggi, mudah dilatih, beradaptasi dan ramah dengan manusia maupun hewan lain.


‘’Diajari BAB (buang air besar) di tempatnya sejak kecil, maka akan BAB di tempat yang sudah disediakan, jadi rumah ndak kotor,’’ imbuh pemilik kucing anggora lainnya, Yayuk.


Kucing anggora pada umumnya senang duduk di lantai atau sekitar pemiliknya.


Selain itu juga lebih waspada dengan sekitar dan suka pergi mencari tempat yang tinggi di rumah untuk dinaiki.


Kucing ini suka bermain dan berlari-lari dengan temannya atau pemiliknya.


‘’Dengan adanya komunitas ini, kita bisa saling belajar untuk merawatnya,’’ ujarnya.


Selain ada kegiatan internal, beberapa kali komunitas tersebut juga mengadakan kegiatan sosial, termasuk membantu korban bencana alam dan membantu dari anggota yang terkena musibah.

Editor : Bachtiar Febrianto