BOJONEGORO - Sebanyak 1.231 calon jamaah haji (CJH) Bojonegoro 2018 lakukan pemberkasan awal. Hal itu sebagai upaya mengantisipasi adanya kesalahan biodata CJH sebelum dibuatkan paspor. Sebab, kantor imigrasi tidak akan memproses apabila terdapat kesalahan penulisan nama atau sebagainya.
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Masrukhin membenarkan, mulai kemarin (21/11) CJH yang berangkat tahun depan sudah melakukan pemberkasan awal.
Pemberkasan ini akan berlangsung selama satu minggu di kantor Kemenag Bojonegoro. Pemberkasan akan dilakukan secara bertahap dengan kuota 200 CJH setiap harinya.
Selama pemberkasan, seluruh data CJH akan disesuaikan dengan data asli kartu keluarga (KK). Data tersebut akan diajukan ke provinsi untuk dilakukan pengecekan sebelum dilakukan pembuatan paspor.
Sebab, selama ini pernah terjadi kesalahan nama, sehingga pihak imigrasi tidak bisa menerima. Masrukhin mengatakan, keberangkatan tahun depan diperkirakan seratus persen dengan cadangan 5 persen.
Calon jamaah tersebut ialah mereka yang mendaftar pada 2010 lalu dan pengembalian kuota 20 persen pada 2014. Karena selama empat tahun, kuota haji memang di kurangi 20 persen karena ada pembangunan di Masjidilharam.
Setelah pembangunan selesai 2017 lalu, pengembalian 20 persen kuota mulai dilakukan. ”Pengembalian kuota dipastikan sampai dengan 2020,” ujarnya kemarin (21/11).
Dikatakan Masrukhin, jumlah 1.231 CJH tersebut belum final. Artinya masih dimungkinkan adanya mutasi dari daerah lain, sehingga jumlah tersebut bisa berkurang dan bertambah menyesuaikan dengan kuota pusat.
Namun, untuk pendaftar regular rata-rata jumlahnya antara 700-750 orang. Sehingga, dengan pengembalian 20 persen pada 2014 lalu menjadi 1.231 jamaah. ”Kalaupun ada mutasi jumlahnya tidak akan jauh berbeda,” tegasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto