BOJONEGORO - Bisnis jual beli motor semakin variatif. Tak hanya diramaikan diler dengan motor baru. Sebaliknya diler motor bekas juga gencar melakukan pemasaran. Justru pangsa pasar motor bekas dinilai lebih menjanjikan.
Pangsa pasarnya menyasar konsumen kelas menengah ke bawah.
Kalangan itu lebih tertarik membeli motor bekas. Harganya lebih murah, kualitasnya tidak terlalu buruk asal pintar memilih.
Risa salah satu karyawan diler motor bekas mengatakan, penjualan motor bekas cenderung stabil. Setiap bulan diperkirakan motor bekas terjual 15 unit.
Sebagian besar konsumennya karyawan hobi utak-atik atau memodifikasi motor. Sehingga motor bekas lebih diminati.
“Harganya lebih miring, jenis, tahun, dan performa tinggal dipilih,” ujarnya.
Tetapi, lanjut dia, kerap kali konsumen datang tidak selalu memperoleh barang yang diinginkan.
Sebab, di toko tersebut tidak ada stoknya. Kebanyakan konsumen mencari motor bekas jenis matik.
Banyak juga konsumen mencari motor sport. Ada juga konsumen mencari motor keluaran 2008, karena ingin dikoleksi atau ingin dimodifikasi.
“Pembeli motor bekas, tujuan dan motivasinya ketika membeli pasti berbeda-beda,” jelasnya.
Siti Aminah, karyawan motor bekas di Kecamatan Kalitidu menambahkan, konsumen juga dari kalangan pengendara hobi utak-atik motor. Biasanya model motor lebih klasik.
“Yang paling dicari motor matik,” tuturnya. Dalam sebulan, kurang lebih 10 unit motor bekas terjual di dilernya.
Editor : Bachtiar Febrianto