TAK ada yang menyangka takdir pun mengarahkan Mustikawati menjadi seorang bidan. Bagi dia, tak ada batasan ruang dan waktu untuk mencari ilmu yang bermanfaat.
“Seru sih bisa kuliah di Bojonegoro. Di Kanor saya juga ada tempat tinggal punya keluarga, jadi merasa ada kedekatan tersendiri,” tutur alumni Akbid Bojonegoro 2017.
Selain itu, Tika, sapaan akrabnya, merasa banyak sekali proses dan pengalaman yang dirasakan ketika berkuliah kebidanan.
Dia mengerti artinya kesabaran, dia pun mengerti arti perjuangan seorang ibu. Sehingga, bukan hal yang sepele ketika menjalani proses persalinan.
Ada dua nyawa yang dipertaruhkan, sehingga perlu keahlian yang mumpuni. ’’Paling tidak ilmu kebidanan bisa bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Ada beberapa hobi yang disukainya selama menikmati masa mudanya, salah satunya menyanyi.
Dia merupakan sosok perempuan yang sangat menggemari kegiatan menyanyi. Bagi dia, menyanyi sekadar hobi yang bisa menghilangkan stres.
Perempuan kelahiran 7 September 1996 itu juga suka mengeksplorasi kota-kota di Yogyakarta dan Magetan.
Tempat-tempat yang paling sering dieksplorasi ialah pantai. Dari pantai ke pantai, bertemu orang baru dan mengabadikan gambar yang syahdu.
’’Hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti pantai itu selalu indah untuk dinikmati, jadi tak bisa melewatkan main ke pantai kalau sedang traveling,” pungkasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto