Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PSHT v Bonek Sepakat Damai : Jangan Terprovokasi Medsos

Bachtiar Febrianto • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 17:49 WIB
psht-v-bonek-sepakat-damai-jangan-terprovokasi-medsos
psht-v-bonek-sepakat-damai-jangan-terprovokasi-medsos


TUBAN – Insiden bentrok perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tuban kontra Bonek (suporter Surabaya) Minggu (1/10) dini hari dikhawatirkan merembet ke Tuban.


Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kemarin (6/10) PSHT dan Bonek Tuban dimediasi untuk deklarasi damai.


Sejumlah pengurus PSHT dan Bonek Tuban juga sepakat menandatangani memorandum of understanding (MoU) kesepakatan mengakhiri konflik.


Mereka sama-sama sepakat konflik yang menewaskan dua pendekar PSHT karena dikeroyok oknum Bonek itu tidak memicu emosi keluarga besar PSHT di Bumi Wali.


Terlebih, kondisi dua kubu itu masih panas karena berita miring yang masih beredar di media sosial (medsos) dan pesan berantai WhatsApp.


Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HS meminta kedua pihak tidak terprovokasi dengan berita-berita miring tersebut.


Mantan kasatilntelkan Polrestabes Surabaya itu juga mengimbau amarah masing-masing anggota karena akun media sosial yang terus menyebarkan ujaran kebencian tersebut.


‘’Tersangka yang membuat onar sudah tertangkap. Jadi mari serahkan proses hukum kepada yang berwajib,’’ tutur dia.


Kekhawatir insiden di Surabaya merembet ke Tuban bisa dimaklumi.


Itu karena agenda pengesahan warga (pendekar PSHT, red) beberapa hari ke depan bakal mendatangkan banyak massa.


Sehingga, semua elemen masyarakat diimbau untuk menghormati kegiatan tahunan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) itu.


Untuk menghindari massa yang tidak terkendali, Rozak, pengurus PSHT pun sepakat untuk melarang anggota PSHT dari kota lain datang ke Tuban.


PSHT Tuban juga mengklaim sudah berkoordinasi dengan PSHT Lamongan, Bojonegoro, dan Rembang agar tidak mengirimkan massa ke Tuban dalam momen sakral tiap Sura tersebut.


Warga PSHT yang datang pun dibatasi sesuai undangan.


‘’Semoga kedua belah pihak bisa cooling down dan tidak terprovokasi berita medsos yang miring,’’ tambah perwira kelahiran Makassar itu.

Editor : Bachtiar Febrianto