Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dari Bojonegoro : Atlet Rugby yang Tak Bercita-cita Jadi Pemain Rugby

Bachtiar Febrianto • Rabu, 4 Oktober 2017 | 13:30 WIB
dari-bojonegoro-atlet-rugby-yang-tak-bercita-cita-jadi-pemain-rugby
dari-bojonegoro-atlet-rugby-yang-tak-bercita-cita-jadi-pemain-rugby

Rugby adalah olahraga asal Amerika Serikat. Sejak tahun lalu olahraga tersebut ada di Bojonegoro. Meskipun baru setahun sudah bisa berkiprah hingga kompetisi internasional.


ditulis oleh : M. NURKOZIM, Bojonegoro


Fariddah Handayani, Tiara Ganesh Ayu, Berlian Putri Haryu Lestari, Maghfira Tika, dan Nadiya Fistiani tengah mengikuti ujian tengah semester.


Jawa Pos Radar Bojonegoro harus bersabar untuk bisa mewawancarai lima anak tersebut. Maklum, mereka saat ini masih berstatus sebagai pelajar. 


Jumlah tim rugby Bojonegoro ada 20 anak. Mereka tersebar di berbagai sekolah di Bojonegoro. Delapan di antaranya ada di SMA Plus Al Fatimah. 


Bel pun berbunyi. Tanda bahwa ujian berakhir. Tak lama berselang, lima anak tersebut datang bersamaan.


Masih memakai seragam batik, mereka terlihat semringah. Gurat-gurat kegembiraan masih menghiasi wajah mereka berlima.


’’Sebenarnya ada delapan anak. Tiga lainnya dijemput pulang,’’ ungkap Ganesh.


Mereka pun mulai bercerita mengenai keberhasilan mereka meraih medali perunggu dalam Internasional Junior Rugby Competition di Bali bulan lalu. 


Ini adalah keberhasilan yang tidak bisa dilupakan. Mengingat mereka adalah tim rugby yang belum lama berkiprah di olahraga asal Amerika Serikat itu. 


Awalnya, mereka sama sekali tidak mengenal apa itu rugby. Mereka hanya tahu olahraga yang memakai bola adalah sepak bola, voli, dan basket.


Rugby adalah sesuatu yang asing. Namun, Januari lalu ada salah satu teman satu sekolah yang berhasil menjuarai rugby tingkat nasional.


Bahkan, sampai mengikuti pelatihan rugby di Jepang. Dari situ, mereka mulai tertarik dengan olahraga yang belum pernah mereka lakukan itu. 


’’Saya lihat teman saya saat main. Kelihatannya gampang. Jadi, langsung saya coba,’’ tuturnya.


Setelah mencoba, ternyata olahraga rugby ini menyenangkan. Meskipun tidak bisa dibilang mudah. Namun, di situlah tantangan olahraga rugby tersebut.


Berkali-kali latihan tidak jarang mereka mengalami lecet bahkan cedera ringan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk bisa bermain rugby.


’’Lama-lama kami jadi terbiasa bermain. Ternyata sangat menyenangkan,’’ jelasnya.   


Februari kenal rugby, Juli mereka langsung diikutkan turnamen rugby di Jakarta. Turnamen tersebut diikuti oleh berbagai klub rugby di Indonesia.


Namun, semangat mereka mampu mengalahkan peserta lain. Hasilnya, mereka berhasil meraih juara harapan dua.


’’Itu adalah langkah yang bagus buat kami. Karena kami masih terbilang pemula,’’ ungkapnya.


September lalu, mereka diikutkan turnamen rugby internasional di Bali. Pesertanya adalah klub rugby dari berbagai negara, yaitu New Zealand, Laos, Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja, Jepang, dan Singapura. ’’Totalnya ada 30 klub,’’ jelasnya. 


Dari Indonesia hanya ada empat kota yang ikut, yaitu Jakarta, Bojonegoro, Jogjakarta, dan Bali. Daerah lain masih belum banyak yang ada klub rugby. Sehingga, jarang ada yang mengikuti. 


Pada turnamen tersebut mereka berhasil mencapai semi final. Di semifinal mereka bertemu dengan tim dari Singapura. Mereka pun kalah telak.


Kemudian, mereka bermain lagi melawan klub dari Jakarta untuk memperebutkan medali perunggu. ’’Kami berhasil menang dan meraih medali perunggu,’’ jelas Ganesh.


Mereka berlima tidak ada yang bercita-cita menjadi pemain rugby. Mereka ada yang ingin jadi dokter, guru, ilmuan dan dosen.


Namun, dalam waktu dekat ini mereka punya keinginan untuk masuk timnas rugby. Bulan ini mereka berkesempatan untuk mengikuti seleksi timnas rugby di Jakarta. 

Editor : Bachtiar Febrianto