Perumahan Menggeliat, Rumah Subsidi Masih Jadi Incaran Kaum Muda

Bachtiar Febrianto • Dipublikasikan Rabu, 27 September 2017 | 16:11 WIB
perumahan-menggeliat-rumah-subsidi-masih-jadi-incaran-kaum-muda
perumahan-menggeliat-rumah-subsidi-masih-jadi-incaran-kaum-muda

KOTA – Perumahan di Lamongan terus menggeliat. Lamongan Expo Properti dan Pesta Rakyat yang berakhir Senin (25/9) malam, memberi harapan para pengembang untuk mengembangkan sayapnya.


Nurma Evi, salah satu manajer marketing perumahan di Lamongan, mengatakan, even tersebut mendukung penjualan perumahan.


Sebagian peminat yang datang menyatakan ketertarikan memiliki  perumahan bersubsidi. 


‘’Dalam satu harinya, terdapat sekitar 10 orang yang berkunjung ke stan. Mereka tertarik mempunyai rumah berbagai tipe,’’ ujarnya.


Rumah bersubsidi cenderung dicari kalangan muda yang baru menikah maupun ingin melangsungkan pernikahan.


Ada sejumlah persyaratan untuk memiliki rumah bersubsidi. Di antaranya, memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan lebih dari UMK Lamongan.


Yusuf, salah satu panitia Lamongan Expo Property dan Pesta Rakyat, mengatakan, penjualan paling banyak didominasi motor dan barang elektronik.


Namun, dia belum bisa memerkirakan perputaran uang dari dunia otomotif tersebut. Sebab, sebagian pembiayaan pembelian motor memanfaatkan leasing.


Menurut dia, stan perumahan juga bagus. Versi Yusuf, salah satu pemilik stan mengatakan dua hari pertama bisa menjual 4 unit perumahan.


Beberapa pengunjung pameran di stan – stan perumahan diperkirakan menindaklanjuti dengan pertemuan di tempat lain. Sebab, calon pembeli rumah membutuhkan penjelasan lebih detail lagi.  


Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lamongan, Wahyudi,   mengatakan, beberapa warga ingin mengetahui bahwa  di Kota Soto ini banyak investasi rumah.


 ‘’Saya sendiri melihat di beberapa stan banyak sekali pilihan rumah bagi kalangan masyarakat potensi berpenghasilan rendah tentunya,’’ katanya.


‘’Sampai sekarang tercatat sekitar 60 pengembang  yang sudah terdata. Namun kebanyakan satu orang mempunyai dua hingga tiga pengembang, semua dari warga Lamongan,’’ ujarnya.

Editor : Bachtiar Febrianto
lamongan