BOJONEGORO – Pengerjaan jembatan Bojonegoro – Trucuk benar-benar dikebut. Sebab, hujan yang sudah kerap kali turun bisa membuat pengerjaan jembatan terganggu.
Hal tersebut pernah terjadi tahun lalu. Itu karena debit Bengawan Solo yang dilintasi jembatan tersebut naik. Bahkan, pernah sampai level siaga merah atau siaga 3.
’’Selama ini belum ada kendala. Semoga tidak ada kendala sampai pengerjaan tuntas,’’ ungkap Kasi Pembangunan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kusairi Ivan kemarin (26/9).
Ivan menjelaskan, jika debit Bengawan Solo naik tidak akan mengganggu proses pengerjaan.
Naiknya debit Bengawan hanya berpengaruh pada metode pemasangan rangka saja. ’’Tapi, itu sudah kami antisipasi dengan metode yang tepat,’’ jelasnya.
Sehingga, lanjutnya, tidak mempengaruhi bangunan bawah jembatan. Bagian bawah yang berhubungan dengan naiknya bengawan sudah selesai dikerjakan.
Saat ini, jembatan tersebut dalam proses erection atau pemasangan rangka jembatan. Kemarin, struktur jembatan tersebut sudah terlihat.
Tiang pancangnya sudah terlihat. Dalam waktu dekat akan dipasang kawat penghubung.
Pemkab memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan pengerjaan. Sebab, tahun depan pengerjaan harus tuntas.
’’Tahun depan tetap dibangun. Tapi bukan jembatannya. Melainkan akses jalan yang ada di sisi Trucuk,’’ ungkapnya kemarin.
Ivan menjelaskan, jembatan yang sisi Trucuk memang masih belum memiliki jalan. Rencananya, DPU akan membangunkan jalan menuju Trucuk. Sehingga, jembatan tersebut bisa nyaman dilintasi.
Tahun ini, lanjut Ivan, DPU menargetkan konstruksi atas mulai porit jembatan, rangka, dan lantai jembatan selesai.
Sehingga, tahun depan bisa dilintasi meskipun masih kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan muat roda empat masih harus menunggu peresmian dan uji coba terlebih dulu.
’’Saat ini proses yang dilakukan adalah pemasangan rangka jembatan. Dimulai dari sisi Bojonegoro maupun Trucuk,’’ jelasnya.
Editor : Bachtiar Febrianto