BRONDONG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lamongan terusik beredarnya konten dianggap ujaran kebencian.
Yakni, berisi “PDIP sebagai Sarang PKI”. Tulisan tersebut diposting Muadlim, salah satu guru di Kecamatan Brondong via WhatsAppp (WA) pada chat grup Buletin Wahas.
Mediasi dilakukan dengan pengunggah pesan tersebut. Muadlim memastikan menyesal dan meminta maaf di kantor DPC PDIP kemarin siang (21/9).
’’Intinya mohon maaf dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan menyebarkan isu ujaran kebencian lagi,’’ kata Muadlim.
Muadlim mengaku mendapatkan tulisan tersebut dari grup lain. Dia hanya copy-paste dan me-share di grup WA beberapa hari lalu.
Setelah itu, dia mendapat telepon dari admin grup, yang memberitahukan simpatisan PDIP tersinggung dengan tulisan tersebut.
Dia berkilah tidak ada motif tertentu mengirim pesan tersebut. Serta, mengakui jika dirinya khilaf, karena sebelum melakukan share tidak membaca tulisan yang disebarkannya.
’’Tidak ada kebencian pada partai ini. Hanya khilaf karena tidak membaca detail sebelum menyebarkan,’’ ucapnya.
Sekretaris DPC PDIP Lamongan Sa’im mengaku sempat geram karena isi tulisan tersebut. Tapi, adanya iktikad baik membuat pihaknya tak melanjutkan masalah ini ke ranah hukum.
’’Dia (Muadlim) sudah melakukan permintaan maaf pada PDIP. Karena istrinya sakit kanker stadium empat, dengan kemanusiaan kita maafkan,’’ katanya yang meminta pengunggah tak mengulangi perbuatannya serupa.
Sa’im menegaskan, ujaran kebencian menyudutkan partainya itu tidak benar dan berjanji akan mengkroscek adanya misi penyebaran ujaran kebencian tersebut.
’’Tulisan itu tidak benar,’’ tandas pria menjabat wakil ketua DPRD Lamongan tersebut.
Editor : Bachtiar Febrianto