LAMONGAN - Beberapa desa mulai mengajukan permintaan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan hingga kemarin (18/9) telah melakukan dropping air bersih ke enam desa.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto mengatakan, enam desa meliputi Desa Bedingin, Bakalrejo, Pangkatrejo, Sidorejo, Daliwangun, dan Kedungbanjar.
Semuanya di Kecamatan Sugio. ”Air yang kami dropping sebanyak 30 rit (tangki) dengan kapasitas tangki 6.000 liter,’’ ungkapnya.
Dia mengatakan, dropping air bersih dilakukan berdasarkan permintaan kepala desa melalui camat. ”Sampai hari ini (kemarin, Red) baru enam desa mengajukan permintaan air bersih.
Dan kami siap melakukan dropping air bersih bila ada permintaan dari desa-desa lain,’’ tandasnya.
Menurut Prapto, dibanding tahun-tahun sebelumnya, kekurangan air bersih saat kemarau tahun ini belum terlalu meluas.
Tahun lalu (2016) tidak bisa dibuat perbandingan karena terjadi kemarau basah. Sehingga, tidak terjadi kekeringan.
Namun, pada 2015 terjadi kekeringan cukup meluas karena terjadi kemarau panjang. Saat itu tercatat ada 81 desa terdampak kekeringan.
”Kekurangan air pada kemarau tahun ini belum terlalu meluas, karena semakin banyak embung-embung, waduk, dan rawa yang dinormalisasi Pemkab Lamongan.
Sehingga, daya simpan airnya lebih besar, untuk cadangan saat kemarau seperti saat ini,’’ paparnya.
Diberitakan sebelumnya, pemkab melakukan siaga kekeringan sejak dini. BPBD menyiapkan tim tanggap darurat kekeringan dilengkapi tiga armada tangki air bersih selama 24 jam.
BPBD mendeteksi ada 81 desa di 14 kecamatan berpotensi kekurangan air bersih.
Editor : Bachtiar Febrianto