TUBAN - Debu masih cukup mengganggu lalu lintas jalur pantura yang melintas di jembatan Pancer Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, persisnya di Km 4-5 jalan Tuban-Bulu. Sesekali debu akibat perbaikan jembatan itu membumbung tinggi. Pekat dan menyesakkan.
‘’Penyiraman sehari tiga kali. Ini demi menjaga lingkungan,’’ kata Kepala Urusan Tata Usaha Bina Marga Jalan Nasional Balai VIII Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bambang Sudjatmiko ketika dikonfirmasi via ponselnya, kemarin.
Dikatakan dia, lingkungan pekerjaan yang terbebas dari debu menjadi komitmen instansinya dan kontraktor pelaksana.
Progres pembangunan jembatan Pancer sekarang ini memasuki 65 persen. Pembangunan sisi selatan jembatan yang menghubungkan arus lalu lintas jalur nasional tersebut setiap pekannya menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam waktu dekat jembatan ini segera dioperasikan.
Sebelumnya, pembangunan jembatan sisi utara sudah dituntaskan dan sekarang sudah dioperasikan. Setelah sisi utara dan selatan selesai, pengerjaan dilanjutan sisi tengah.
Bambang mengatakan, pengerjaan jembatan ini sedikit meleset. Namun, hal itu dipastikan tak berdampak pada keterlambatan pekerjaan. Salah satu faktornya adalah pipa Pertamina di kedalaman sekitar 3,5 meter yang melintang di bawah jembatan.
Selain itu, sisa pondasi jembatan bangunan peninggalan Belanda tersebut yang masih berdiri kokoh di kedalaman 4 m. ‘’Praktis pondasi baru jembatan kami ubah dengan ditarik ke barat 5 meter dan ke timur 5 meter,’’ terang dia. Ditargetkan, November mendatang pembangunan jembatan nasional itu tuntas dan berfungsi normal.
Editor : Bachtiar Febrianto