KOTA – Harapan warga Lamongan jalur kereta api (KA) Tuban – Babat - Jombang diaktifkan lagi harus dipendam. Sebab, tidak ada tindak lanjut dari rencana tersebut.
‘’Semakin tidak ada informasi terkait rencana itu,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Ahmad Farikh.
Menurut dia, sejak munculnya rencana pengaktifan jalur KA tersebut tahun lalu, pihaknya tiga kali mengikuti rapat bersama dinas perhubungan dan LLAJ Jatim. ‘’Saat ini, semakin tidak ada kabar lagi tentang kelanjutannya,’’ ujarnya.
Seperti diberitakan, terkatung-katungnya rencana tersebut disebabkan PT KAI belum ada titik temu dengan Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim terkait jalur KA Jombang – Babat - Tuban. Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim menginginkan membuat jalur baru dengan melakukan pembebasan lahan. Alasannya, jalur baru bisa memilih jalur yang potensial secara ekonomis. Selain itu tidak perlu lagi melakukan penggusuran berbagai bangunan yang ada di atas jalur lama KA.
Sedangkan pihak PT KAI memilih untuk menggunakan jalur lama. Alasannya, jalur lama menempati lahan PT KAI, sehingga tidak perlu melakukan pembebasan lahan.
Berdasarkan pendataan, bila jalur KA Babat - Jombang dihidupkan kembali, akan menghidupkan empat stasiun yang telah mati puluhan tahun di wilayah Lamongan. Yakni, stasiun di Kecamatan Kedungpring, Modo, Bluluk, dan Ngimbang.
Editor : Bachtiar Febrianto