Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Bensin Langka di Tiga Kabupaten, Terjadi di Juni 2005 Lalu

M. Irvan Romadhon • Minggu, 21 Juni 2026 | 11:00 WIB
ANTRE: Pemandangan di salah satu SPBU Kabupaten Blora 2005 silam. (ARSIP/RADAR BOJONEGORO)
ANTRE: Pemandangan di salah satu SPBU Kabupaten Blora 2005 silam. (ARSIP/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kelangkaan bensin pernah terjadi di tiga kabupaten, meliputi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Blora pada Juni 2005 silam. Kondisi ini membuat masyarakat harus rela antre. Juga membeli dengan harga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) di kios-kios.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Juni 2005 ,tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di dalam Kota Tuban kehabisan stok BBM, khususnya pensum (bensin). Ketiga SPBU tersebut yakni SPBU Gerdu Laut, Dasin, dan Sleko. Tiga SPBU tersebut hanya melayani pembeli BBM jenis solar yang tersedia. Sedangkan bensin sudah habis.

Baca Juga: Tubuh sebagai Komoditas Bisnis Kopi Pangku

Pemilik SPBU Sleko M. Chamdani ketika dikonfirmasi mengatakan, SPBU-nya kehabisan stok karena pasokan dari Pertamina seret. Kondisi seperti itu sudah berlang-sung sejak sepekan terakhir.
Dia menceritakan, sebelumnya, SPBU miliknya mendapatkan pasokan dua tangki solar dan dua tangki bensin setiap hari. Setiap tangki rerata berisi 24 ribu liter.

Namun, sejak sepekan terakhir, pasokan untuk SPBU Sleko hanya dijatah masing-masing 1 tangki per hari. Itupun tidak rutin. Wong kadang kadang dua hari hanya dijatah 1 tangki,” ungkapnya kala itu.

Akibat berkurangnya pasokan BBM tersebut, setiap ada pasokan yang datang pasti langsung diserbu pembeli.

Baca Juga: Struktur Pengurus DPC PKB Belum Terbentuk, Beralasan Menunggu Keputusan DPP

Chamdani menuturkan, setiap 4-5 jam pasokan BBM di SPBU-nya sudah ludes diserbu pembeli. Dia sudah menanyakan masalah tersebut kepada Pertamina, namun selalu mendapatkan jawaban tidak ada barang. "Entah apa sebabnya, saya juga tidak tahu. DO saya sampai numpuk," katanya.

Akibat kelangkaan BBM tersebut, harga eceran bahan bakar itu kini melambung tinggi. Bahkan, informasi yang diperoleh, ada beberapa kios yang menjual bensin dengan harga Rp 3.500 per liter. Namun masyarakat terpaksa membeli karena memang membutuhkan.

Sementara itu, pasokan minyak tanah di perkotaan juga sering mengalami kelangkaan. Tak heran bila banyak ibu-ibu yang harus bersabar antre minyak di agen-agen maupun toko-toko yang tersebar di berbagai pelosok Tuban.

Baca Juga: Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka Kasus Perusakan Jalan, Tersangka Bantah Merusak Jalan

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) UPMS V Surabaya Rayon (Bojonegoro-Tuban) menggelar operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah. Operasi pasar tidak hanya dilakukan di kota, namun juga di luar kota.

Menurut Gumantijo, Kasubdin Usaha Perdagangan Disperindag Bojoengoro operasi pasar itu dilakukan untuk mengatasi kekurangan minyak tanah selama beberapa pekan terakdar di Bojonegoro. Operasi pasar itu merupakan kebijakan dari Pertamina yang disampaikan Disperindag sebagai respons atas keluhan Bojonegoro kepada Pertamata. 

Pertamina mengerahkan 13 tangki (setiap tangki berisikan 5.000 liter=85 ribu liter) yang dijual dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) kepada pembeli langsung (bukan kepada agen atau pangkalan), yakn Rp 907 per liter. Dalam operasi pasar pembelian dibatasi maksimal 20 liter. Sebab, operasi pasar itu diupayakan merata. 
Bukan hanya Tuban yang langka bensin. Wilayah Blora sulit bensin. Dampak kelangkaan bahan bakar itu, di kios-kios bensin eceran harganya mencapai Rp 3 ribu per liter.

Baca Juga: Besok Pengumuman Lelang Jabatan, Jika Tidak Ada Perubahan Tahapan

Beberapa SPBU di Kota Sate itu tidak mendapat pasokan yang mencukupi. Hal ini menyebabkan suplai ke pembeli kurang lancar. Setiap ada SPBU yang masih punya sisa stok, pasti dikerumuni pembeli. Mereka harus antre berpanas-panasan.

Di sepanjang jalan jurusan Cepu-Purwodadi yang terdapat lima SPBU, semua kehabisan stok. Tak jarang pembeli yang terpaksa membeli eceran di sekitar SPBU karena bensin mereka sudah tipis. Hanya, harga per liter bensin itu melangit. Yakni, mencapai Rp 3 ribu per liter.

Menurut petugas SPBU di Kunduran, biasanya setiap dua hari sekali SPBU-nya mendapat pasokan tiga tangki. Namun, kali ini sehari hanya dipasok satu tangki bensin. (irv/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#bojonegoro #bensin #langka #Radar History #blora