Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pertamax Mahal, Masyarakat Blora Pilih Pindah ke Pertalite

Rahul Oscarra Duta • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:00 WIB
TERIMBAS: Usai kenaikan harga, antrean pertamax di SPBU tak seramai biasanya. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
TERIMBAS: Usai kenaikan harga, antrean pertamax di SPBU tak seramai biasanya. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kenaikan harga pertamax mulai kemarin (10/6), menjadi Rp 16.250 per liter menuai keluhan warga. Meski demikian, sebagian konsumen tetap membeli BBM non-subsidi tersebut, karena enggan mengantre panjang di jalur pertalite.

Pantauan di SPBU Karangjati menunjukkan perbedaan mencolok. Lajur pengisian pertamax tampak lengang. Sedangkan antrean kendaraan di jalur pertalite mengular.

Salah seorang warga Desa Balong, Kecamatan Jepon, Reza mengaku terkejut dengan kenaikan harga pertamax yang diumumkan mendadak pada dini hari. Kenaikan mencapai Rp 3.950 per liter, dari sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

‘’Sudah tahu semalam, kaget juga,” ujarnya.

Reza sebenarnya berniat beralih ke pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, saat tiba di SPBU Karangjati, antrean pertalite cukup panjang. Karena tidak ingin menunggu lama, dia akhirnya tetap mengisi pertamax.

Baca Juga: Harga Pertamax Kini Rp16.250, Bagaimana Posisi BBM Indonesia Dibanding Negara ASEAN?

‘’Males antre, akhirnya pilih pertamax. Mau tidak mau,” katanya.

Selama ini Reza memang rutin menggunakan pertamax untuk sepeda motornya. Namun, dengan harga baru yang jauh lebih tinggi, dia mengaku akan lebih selektif dalam menentukan jenis BBM yang digunakan.

‘’Nanti kalau pertalite sepi mungkin beralih. Sekarang harus lebih hati-hati mengatur pengeluaran,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Yuria. Dia berharap harga pertamax dapat kembali turun, karena kenaikan yang terjadi dinilai cukup membebani masyarakat. ‘’Semoga bisa turun lagi, karena ini memberatkan,” tuturnya.

Kepala SPBU Karangjati, Ngasiran membenarkan adanya penyesuaian harga pertamax yang mulai berlaku sejak pukul 00.00, kemarin (10/6). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan keputusan dari pemerintah pusat.

‘’Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300,” jelasnya.

Dia mengakui dampak kenaikan harga mulai terlihat dari berkurangnya jumlah konsumen di jalur pertamax. Meski belum terlalu signifikan, antrean tidak seramai hari-hari sebelumnya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Berbagai OPD Pemkab Blora Hitung Ulang Anggaran Kebutuhan Proyek

‘’Yang pertamax agak lengang, tidak seperti biasanya,” ujar Ngasiran.

Untuk ketersediaan stok, pihak SPBU masih dalam kondisi aman. Setiap hari, stok pertamax yang disiapkan sekitar 9.000 liter. Sedangkan pertalite sekitar 6.500 liter.

‘’Hari ini (kemarin) belum ada penambahan stok. Mungkin besok pagi (hari ini),” pungkasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kenaikan harga pertamax #pertalite #bbm #blora #pertamax