RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah lama tersendat, akhirnya masyarakat Desa Gandu bisa kembali mengirim ribuan liter minyak ke Pertamina. Sebelumnya aktivitas produksi minyak Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora berhenti, pasca peristiwa yang terjadi pada 17 Agustus 2025, hingga mengakibatkan lima orang meninggal. Saat ini pengelolaan sumur masyarakat tersebut bawah naungan Mataram Connection.
Pengurus Mataram Connection, Roni Mai Yuda menyebut, pihaknya kini siap melakukan pengiriman minyak mentah resmi ke Pertamina. Persiapan dilakukan bersama tim internal, Pertamina hingga paguyuban desa.
“Sejauh ini persiapan sudah ada tim Pertamina yang siap menyambut dan dari tim paguyuban desa sendiri juga sudah siap” ujarnya.
Roni menjelaskan, saat ini Mataram Connection mengelola sumur minyak rakyat di 14 desa yang tersebar di 9 kecamatan. Khusus di Desa Gandu terdapat sekitar 112 titik sumur yang dikelola.
Baca Juga: Lirik PAD dari Sumur Minyak Rakyat, DPRD Blora Bakal Panggil Pemkab Bahas Regulasi
Sementara di Desa Soko, terdapat 202 titik yang telah menjalani proses verifikasi. Sedangkan desa lainnya masih menunggu hasil verifikasi dari pihak terkait.
Saat ini pihaknya membawa sampel minyak sebanyak 5 ribu liter sebelum nantinya dikirim ke Pertamina. Menurutnya, kualitas minyak menjadi perhatian utama karena terdapat standar kadar air maksimal 0,5 persen.
“Sebelum dikirim, kita memastikan minyak bersih dan layak ke Pertamina karena batasan kadar airnya hanya 0,5 persen,” katanya.
Jika kadar air melebihi ketentuan, pihaknya melakukan treatment khusus melalui dua tahap penyaringan agar sesuai standar yang ditentukan.
Kedepan, Mataram Connection akan terus memaksimalkan potensi sumber minyak yang ada. Untuk pengiriman sendiri akan menyesuaikan hasil produksi harian.
“Kalau tiap hari ada hasil, akan kita kirim ke Pertamina,” tambahnya.
Untuk mendukung operasional, Mataram Connection menyiapkan empat unit armada pengangkut yang saat ini masih menjalani proses pengecekan dan uji kelayakan. Namun sementara ini proses pengangkutan masih dibantu pihak Pertamina.
Sementara itu, Ketua Paguyuban sekaligus perangkat Desa Gandu, Agus Rumanto merasa bersyukur karena pengiriman minyak resmi ke Pertamina akhirnya dapat terealisasi. “Selama ini memang kita tunggu-tunggu,” ucapnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Saat ini, sekitar 100 warga Desa Gandu terlibat sebagai pekerja dalam pengelolaan sumur minyak rakyat.
“Harapannya kesejahteraan masyarakat bisa lebih meningkat lagi,” tandasnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana