RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Per Sabtu (18/4) lalu, Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex membuat pembelian menurun. Sebaliknya, konsumen kini beralih ke Pertalite dan Pertamax.
Kenaikan harga Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, serta Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Dengan demikian, kenaikan BBM nonsubsidi berkisar antara Rp6.000 hingga Rp9.000 per liter.
Pengawas SPBU Jetak, Mukhlisin, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi berpengaruh pada penurunan pembelian. Penurunan mencapai 65 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga.
Mukhlisin menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi berlangsung sejak Sabtu lalu. Sejak saat itu, pembelian menurun, baik untuk Pertamax Turbo maupun Dexlite.
“Sejak Sabtu lalu, pembelian menurun,” ungkapnya.
Menurut Mukhlisin, pembeli kini beralih ke Pertalite, Pertamax, serta solar. Hal itu karena harganya dinilai lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pengawas SPBU Ngrowo, Mujib, mengatakan pembelian BBM nonsubsidi memang menurun usai kenaikan harga, terutama untuk jenis Pertamina Dex. Namun, penurunan tersebut tidak terlalu terasa karena sebelum kenaikan pun peminat BBM nonsubsidi tidak banyak.
Mujib menambahkan, kenaikan harga terjadi bertepatan dengan akhir pekan sehingga pembelian BBM nonsubsidi juga tidak terlalu tinggi. Sementara itu, untuk hari kerja masih belum dapat dipastikan.
“Masih hari libur. Untuk hari ini (20/4) belum tahu seperti apa,” ujarnya. (irv/zim)