Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Awal Maret, Harga BBM Nonsubsidi Naik Ikuti Tren Minyak Dunia dan Nilai Tukar Rupiah

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:21 WIB

NAIK HARGA: Harga BBM nonsubsidi naik per 1 Maret, mengikuti nilai tukar rupiah ke dolar.
NAIK HARGA: Harga BBM nonsubsidi naik per 1 Maret, mengikuti nilai tukar rupiah ke dolar.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan per 1 Maret, Pertamax Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter.

Kemudian, Pertamax Green 95 menunjukkan peningkatan dari Rp 12.450 menjadi Rp 12.900 per liter. Pertamax Turbo menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter; Dexlite dari Rp 13.250 per liter menjadi sebesar Rp14.200 per liter; dan Pertamina Dex naik drastis dari Rp 13.500 per liter jadi Rp14.500 per liter. Kondisi ini tentu menambah beban keuangan warga.

‘’Agak keberatan ya kalau BBM naik itu. Biaya belinya harus bertambah lagi berarti,” keluh Alia Nikma warga Kecamatan Dander.

Dia mengatakan, biasa membeli BBM jenis Pertamax sejak awal menggunakan motor yang kini dikendarai sehari-hari. Biasanya memberi di kisaran Rp 25 ribu. Namun, kini harus menambah ongkos kendaraan roda duanya itu karena harga naik. ‘’Biasanya isi Rp 25 ribu lumayan, kan sekarang jadinya agak berkurang ya,” ujar dia.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan, bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mengacu formula harga ditetapkan pemerintah serta mengikuti perkembangan tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), dan mempertimbangkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Penyesuaian harga BBM Nonsubsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif”, ujar Roberth.

Dia memaparkan, untuk wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Di antaranya Pertamax menjadi sebesar Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter. Kemudian, Pertamax Green 95 menunjukkan peningkatan dari Rp 12.450 menjadi Rp 12.900 per liter.

Selanjutnya, Pertamax Turbo menjadi Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter; Dexlite dari Rp 13.250 per liter menjadi sebesar Rp14.200 per liter; dan Pertamina Dex naik drastis dari Rp 13.500 per liter jadi Rp14.500 per liter.

Roberth mengatakan, harga BBM Nonsubsidi dapat berbeda di setiap daerah sesuai dengan besaran PBBKB yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda). Di samping naiknya harga, tambah dia, Pertamina Patra Niaga memberi promo konsumen yang melakukan transaksi melalui MyPertamina.

“Kami ingin memberikan banyak manfaat dan program menarik bagi pelanggan setia Pertamina. Semua informasi promo bisa langsung diakses melalui aplikasi MyPertamina yang kini semakin mudah digunakan,” tambah Roberth. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pertamina Dex #bbm #harga bbm #pertamina parta niaga #bbm nonsubsidi #bahan bakar minyak #pertamax green #dexlite #nilai tukar #BBM Naik #Pertama #minyak #pertamax