RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak hanya bergerak di bidang minyak dan gas bumi, Pertamina juga turut berkontribusi dalam masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.
Salah satunya, melalui pendampingan dan bimbingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah-wilayah sekitar sumur minyak milik mereka.
Pendampingan yang diberikan tidak hanya sekali-dua kali saja, bahkan bisa hingga bertahun-tahun.
Salah satu usaha yang telah lama berada di bawah naungan program CSR Pertamina adalah UMKM Ampel Apik, yang berada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro yang dekat dengan lapangan minyak milik Pertamina EP Sukowati.
“Kerja sama kami dengan Pertamina sudah bertahun-tahun, bahkan sejak sebelum saya menjadi pemimpin usaha ini. Saya sendiri mulai memimpin UMKM Ampel Apik sekitar pasca pandemi, kurang lebih tahun 2023,” ujar pemilik UMKM Ampel Apik, Heni Setyorini saat ditemui di kediamannya Jumat siang (12/12).
UMKM Ampel Apik sendiri sedikit berbeda dengan kebanyakan UMKM lain, yang memiliki rumah produksi sendiri.
“Karyawan kami membuat produk di rumah mereka sendiri, kebanyakan produk kami berupa keripik,” tambah Heni.
UMKM Ampel Apik memiliki produk utama berupa olahan keripik, mulai keripik tempe, keripik pisang, keripik usus, keripik berbagai umbi-umbian, serta rempeyek.
Heni sendiri juga membuka pesanan donat dan kerajinan kain rajut melalui UMKM miliknya. “Biasanya kalau kami menerima pesanan, baik dalam bentuk kiloan maupun satuan (pcs), langsung kami jadikan satu,” jelas Heni.
Menurut Heni, Pertamina memberikan banyak pembinaan untuk berbagai UMKM di Bojonegoro, termasuk Ampel Apik dalam berbagai bentuk. “Kalau kami, biasanya diberi bantuan berupa alat masak dan kebutuhan produksi,” ujarnya.
Selain itu, Pertamina bersama lembaga Lestari Muda Indonesia juga mengintegrasikan UMKM Ampel Apik dengan program CSR lain, misal bantuan usaha budidaya ikan lele dan ayam petelur.
“Beberapa waktu lalu kami mengikuti penyerahan bantuan alat budidaya lele dan pakan ayam, jadi nantinya bidang usaha kami juga akan bertambah di dua bidang tersebut,” tambah Heni.
Tentu, Heni bersyukur atas pembinaan dan bantuan yang selama ini diberikan dari Pertamina. Sehingga dirinya juga berharap pembinaan terus berjalan, utamanya di bidang pemasaran produk.
“Sangat bagus, namun kami ingin ada pendampingan untuk pemasaran, karena selain agak sulit, persaingan antar sesama produsen cemilan juga ketat, termasuk di dalam Bojonegoro sendiri,” papar Heni. (*/edo)
Editor : Bhagas Dani Purwoko