RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sistem QR Code aplikasi MyPertamina telah diterapkan secara penuh untuk pembelian BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Bojonegoro.
Mekanisme ini tidak hanya menjadi aturan teknis baru, tetapi juga dinilai membantu memperkuat pengawasan dan memastikan distribusi Solar maupun Pertalite subsidi lebih tepat sasaran.
Salah satunya SPBU Kelurahan Ngrowo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, aturan penggunaan QR Code sudah diterapkan secara ketat.
Mujib, pengawas SPBU Ngrowo menegaskan, bahwa seluruh kendaraan roda empat wajib memindai QR Code sebelum pengisian.
“Untuk kendaraan roda 4 wajib QR Code dan harus sesuai nopol,” ujarnya. Menurutnya, aturan ini membuat proses verifikasi lebih cepat dan mengurangi potensi pembelian oleh kendaraan yang tidak berhak.
Lebih jauh, Mujib menjelaskan bahwa kecocokan data antara QR Code dan nomor polisi menjadi aspek krusial dalam penyaluran BBM bersubsidi.
“Kalau nopol tidak sesuai kita tolak atau kita arahkan untuk beli yang nonsubsidi,” katanya. Ia menambahkan, prosedur tersebut berjalan efektif karena seluruh data kendaraan telah terhubung dengan sistem digital yang terintegrasi.
Penerapan QR Code ini sekaligus menekan potensi penyimpangan di tingkat daerah. Sistem digital memungkinkan SPBU mendeteksi pola pembelian yang tidak wajar.
Sehingga, kendaraan tidak dapat melakukan pengisian berulang atau berpindah lokasi untuk mendapatkan jatah lebih.
Petugas juga lebih mudah mengelola antrean karena proses pemeriksaan berjalan otomatis. Harapannya, ketepatan penyaluran BBM subsidi dan meminimalkan kebocoran kuota.
Upaya ini telah berdampak positif pada tingkat pengendalian distribusi BBM subsidi di berbagai daerah, termasuk Bojonegoro.
Bahkan, program ini turut memperkuat akurasi distribusi, menghindari penyimpangan, dan memastikan subsidi benar-benar sampai pada masyarakat yang berhak. (*/kam)
Editor : Bhagas Dani Purwoko