RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang akhir tahun, konsumsi bahan bakar gas elpiji relatif aman, dengan stok masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain keberadaan elpiji, suplai elpiji kepada agen dan pangkalan dipastikan aman hingga akhir tahun 2025.
Misal di salah satu agen elpiji yang terletak di Kelurahan Jetak, Kabupaten Kota. “Saat ini kami masih ada sekitar 800 tabung elpiji tiga kilogram, baik yang isi maupun kosong, insyaallah cukup hingga akhir tahun,” jelas Yuni, karyawan koordinator distribusi agen gas tersebut saat ditemui Selasa pagi (25/11).
Yuni juga memastikan tidak perlu khawatir jika stok gas mereka menipis sewaktu-waktu. “Tergantung persediaan dari pangkalan andalan kami, kami biasanya mengambil dari Kecamatan Padangan,” tambahnya.
Hal serupa juga diamini oleh Alif Ma’arif, pemilik salah satu pangkalan elpiji di Kelurahan Ledok Wetan, meskipun memiliki stok jauh lebih sedikit. “Saat ini, kami memiliki 140 tabung elpiji melon,” jelasnya.
Jumlah tersebut juga bisa meningkat sewaktu-waktu, tergantung berapa banyak gas melon yang tersisa setiap harinya. “Kami menerima pesanan gas setiap hari, dan yang belum terbeli tetap kami simpan,” ujarnya.
Selain elpiji melon, elpiji jenis lima kilogram dan 12 kilogram juga dipastikan aman hingga akhir tahun. Selain itu, semua jenis gas tidak mengalami kenaikan harga hingga penghujung tahun.
Pengiriman stok gas baru juga masih berlangsung secara reguler di pangkalan elpiji milik SPBU Pertamina turut Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas.
“Dalam seminggu, kami biasanya menerima pengiriman sebanyak dua kali. Kami pastikan stok aman hingga akhir tahun, termasuk ukuran lima dan 12 kilogram,” papar Wakil Koordinator SPBU Pertamina Desa Kalianyar, Syamsul Hadi saat ditemui pada Selasa siang.
Stok gas di pangkalan tersebut juga masih aman hingga akhir bulan November. “Saat ini kami masih ada 48 tabung elpiji tiga kilogran, dan tujuh tabung elpiji 12 kilogram. Hanya tabung lima kilogram saja yang kosong,” tambahnya. (*/edo)
Editor : Bhagas Dani Purwoko