RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang akhir tahun ini kebutuhan bahan pangan hingga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi mengalami lonjakan.
Sehingga Pemkab Bojonegoro mengajukan tambahan kuota solar. Namun, kepastiannya masih menunggu keputusan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, penerimaan tambahan kuota masih belum bisa dipastikan. ‘’Tergantung pemerintah pusat,’’ katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, Pemkab Bojonegoro telah mengajukan tambahan kuota solar menjadi 65.899 kiloliter (KL).
"Pemda (Pemerintah Daerah) Bojonegoro sudah mengajukan penambahan kuota ke BPH Migas (badan pengatur hilir minyak dan gas bumi)," kata Ahad.
Sementara, lanjut dia, kuota produk jenis BBM tertentu atau JBT Bojonegoro 2025 sebesar 64.403 KL. Artinya, pemkab mengajukan sebanyak 1.496 KL. Dikonfirmasi lebih lanjut perihal persetujuan tersebut, dia mengungkapkan, belum bisa memastikan. Menunggu BPH.
Sedangkan, kapan keputusan itu turun tergantung pemerintah. "Belum ada informasi (kapan keputusan turun), tergantung pemerintah," ujar Ahad. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana