RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Antrean solar masih mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bojonegoro.
Tahun ini Bojonegoro menerima kuota solar sebesar 64 ribu kiloliter (KL). Namun, kebutuhan di lapangan 65 ribu KL. Sehingga, terjadi kekurangan.
Pemkab Bojonegoro mencoba cari solusi dengan mengajukan kuota tambahan solar.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan,
Bojonegoro tahun ini menerima kuota solar 64 ribu kiloliter (KL).
Namun, angka itu masih kurang dibanding kebutuhan di kabupaten berjuluk Kota Migas ini. "Berdasar hitungan kami kebutuhannya 65 ribu KL," bebernya.
Sehingga, lanjut dia, pemkab mengusulkan tambahan kuota sekitar 1.400 KL. Jika secara nasional kuota masih tersedia memungkinkan Bojonegoro menerima tambahan.
Tapi, kalau tidak kembali ke jumlah kuota awal ditentukan. "Secara nasional (jika) kuota masih ada, kalau tidak ada ya kembali ke awal (kuota)," imbuhnya.
Sementara itu, disinggung kembali perihal hasil pemeriksaan laboratorium BBM yang diduga mengakibatkan motor mbrebet, Retno mengaku, tidak menerima hasil tersebut dari Pertamina. Tapi, klaimnya, hasil sudah keluar.
"Hasil laboratorium sudah keluar tapi tidak diberikan. Disampaikan sesuai saja," kata perempuan mantan Kadin Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Penataan Ruang (PUBMPR) itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana