Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Inovasi Pojok Baca Digital Dorong Minat Baca Pelajar Bojonegoro, Capai 18.000 Akses Bacaan

M. Nurcholis • Minggu, 9 November 2025 | 01:45 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Inisiatif kolaboratif Lentera Literasi yang diusung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Yayasan Bina Trubus Swadaya telah sukses mentransformasi budaya baca pelajar di Bojonegoro. Melalui inovasi Pojok Baca Digital dan kampanye kreatif yang digerakkan oleh para Duta Generasi Lentera (Gentera), program empat bulan ini berhasil mencatatkan lonjakan minat baca yang signifikan, dibuktikan dengan lebih dari 18.000 akses bacaan digital.

Puncak selebrasi dari program berbasis literasi digital ini ditandai dengan penyelenggaraan Festival Gentera, yang mempertemukan pelajar dari lima SMP di Bojonegoro untuk mempresentasikan proyek literasi digital kreatif mereka.

Festival Gentera menghadirkan para siswa terpilih dari SMPN 1 Gayam, SMPN 1 Ngasem, SMPN 1 Kalitidu, SMPN 1 Padangan, dan SMPN 1 Purwosari yang mempresentasikan proyek literasi digital mereka. Mulai dari kampanye membaca di media sosial sekolah, pembuatan konten video edukatif, hingga tantangan membaca digital, para siswa menunjukkan kreativitas dan kepemimpinan dalam mendorong minat baca di lingkungan sekolah.

“Kami sangat bangga melihat bagaimana para siswa tumbuh menjadi agen perubahan. Mereka bukan hanya membaca, tapi juga menciptakan gagasan baru dan membangun semangat belajar di era digital,” ujar perwakilan EMCL, Wahyu Sadewo.

Wahyu menjelaskan bahwa EMCL berkomitmen mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di masyarakat, termasuk peningkatan literasi. Dukungan sektor pendidikan meliputi pelatihan guru, manajemen sekolah, program magang, beasiswa, pengembangan infrastruktur, hingga bantuan alat ajar. Mulai dari pra-sekolah hingga sekolah menengah atas, baik formal maupun non formal.

Khusus program literasi ini, EMCL bersama Yayasan Trubus Binaswadaya ingin menggerakan minat baca siswa di sekitar wilayah operasi Lapangan Banyu Urip. Sebagai pendamping program, Trubus memberikan pelatihan sesuai dengan era saat ini, yaitu berbasis digital. Mulai dari penggunaan media sosial, artificial intelligent, hingga aplikasi perpustakaan berbasis web.

Photo
Photo

Sebelum ada program, banyak siswa kesulitan mendapatkan bahan bacaan yang menarik. Kini, melalui Pojok Baca Digital yang tersedia di sekolah, mereka dapat mengakses ratusan buku, artikel, dan komik edukatif secara daring menggunakan tablet sekolah.

“Dulu harus berebut buku di perpustakaan. Sekarang bisa langsung baca lewat Pojok Baca Digital. Banyak bacaan seru, jadi lebih semangat belajar,” kata Keyta, Duta Gentera dari SMPN 1 Kalitidu.

Sejak diluncurkan, Pojok Baca Digital telah mencatat lebih dari 18.000 akses bacaan, menunjukkan lonjakan minat baca yang signifikan di kalangan pelajar.

Festival ini turut dihadiri oleh guru pendamping, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, serta komunitas literasi lokal. Program Lentera Literasi diharapkan dapat menjadi model pengembangan literasi digital yang bisa direplikasi di sekolah lain di Bojonegoro dan wilayah sekitarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Zamroni mengaku bangga dengan pencapaian ini. Menurutnya siswa memiliki kemauan untuk membaca lebih baik. Sehingga kemampuan nalar siswa lebih terasah dan pemahaman mereka meningkat.

“Ini bagus sekali, bisa memperbaiki prestasi dan minat belajar para siswa,” ucapnya.

Festival Gentera menjadi ajang penghargaan bagi para peserta dan sekolah yang berprestasi. Penghargaan diberikan kepada duta gentera terbaik, duta sosial gentera, duta tulis gentera, sekolah pojok baca terbaik, generasi lentera teraktif, video terbaik, dan guru pendamping terbaik.

“Festival Gentera bukan penutup, melainkan titik awal gerakan literasi baru di sekolah-sekolah Bojonegoro. Kami berharap semangat ini terus menyala bahkan setelah program selesai,” ujar Fachrul Jody, Manajer Program Lentera Literasi dari Yayasan Bina Trubus Swadaya.

Dengan capaian dan semangat kolaborasi ini, Lentera Literasi berhasil membuktikan bahwa literasi tidak lagi terbatas pada membaca buku fisik, tetapi telah menjadi gerakan partisipatif dan menyenangkan yang memperkuat karakter pelajar Bojonegoro di era digital. (cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#buku bacaan #lentera #pelajar #budaya baca #exxonmobil #exxonmobil cepu limited #Siswa #bojonegoro #bacaan #minat baca #Sekolah #media sosial #literasi #emcl