Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kasus ‘’Pertalite Bermasalah’’ di Bojonegoro Juga Menyasar Kendaraan Roda Empat

Bachtiar Febrianto • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:41 WIB
PERTAMINA: Puluhan motor sedang mengantre di SPBU Jetak, Bojonegoro untuk mengisi Pertalite.
PERTAMINA: Puluhan motor sedang mengantre di SPBU Jetak, Bojonegoro untuk mengisi Pertalite.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah ramai kabar sepeda motor bermasalah akibat Pertalite, kini giliran mobil-mobil di Bojonegoro yang kena imbas. Sejumlah bengkel di kota minyak itu mendadak kebanjiran pelanggan. Keluhannya serupa: Mesin tersendat, brebet, bahkan tak mau hidup setelah isi Pertalite.

Salah satu teknisi bengkel mobil di Bojonegoro, Suhendro, mengaku sejak pagi (30/10) sudah menerima empat mobil dengan keluhan identik. “Mesinnya tersendat dan tidak bertenaga setelah isi Pertalite. Padahal, dicek semua sistemnya normal,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan. Mulai dari sistem bahan bakar, injektor, hingga busi, semuanya dalam kondisi baik. Namun saat dilakukan uji coba jalan, mobil tetap tersendat. “Begitu kami kuras tangkinya dan ganti dengan Pertamax, mobilnya langsung normal lagi,” ungkapnya.

Dia menilai, kasus tersebut mengindikasikan ada masalah dengan BBM yang dipakai mobil-mobil tersebut. Sehingga disarankan untuk sementara waktu menggunakan BBM jenis pertamax.

Bukan Kasus Tunggal

Kasus seperti ini ternyata bukan hanya dialami pelanggan Suhendro. Beberapa bengkel di Bojonegoro kota hingga Kecamatan Dander dan Kalitidu juga mengaku menerima kendaraan dengan keluhan serupa. Di media sosial, keluhan warga bermunculan sejak akhir pekan lalu. Banyak yang menulis mobil dan motornya “brebet” setelah isi Pertalite di sejumlah SPBU.

“Awalnya saya kira karena filter bahan bakar kotor. Setelah kuras dan isi Pertamax, langsung enak lagi,” tulis akun @andi_bjn di Facebook.

Pos pelayanan dan pengaduan di SPBU Ngrowo Bojonegoro mencatat ada 178 warga yang terdampak pertalite bermasalah tersebut. ‘’Pengadu tidak hanya dari Bojonegoro, tapi juga dari Tuban. Mereka tidak sekedar mengadu, tapi juga melampiaskan kekesalannya,’’ ujar petugas pelayanan pengaduan, Mujib (29/10).

Pertamina Buka Suara

PT Pertamina Patra Niaga wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) buka suara. Mereka membenarkan adanya laporan bahan bakar yang diduga bermasalah di beberapa titik di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.

Menurut siaran persnya, pihaknya sudah turun untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium, sebagai tindak lanjut setiap laporan yang diterima.

Namun Pertamina menyebut sejauh ini hasil uji awal menunjukkan standar mutu masih sesuai spesifikasi, namun uji lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi pada rantai distribusi.

Muncul Dugaan Campuran Etanol

Meski begitu, warganet menduga-duga soal adanya campuran etanol berlebih pada bahan bakar yang bisa menurunkan performa mesin. Dugaan itu muncul setelah sebelumnya muncul wacana pengujian Pertalite-E10 (Pertalite dengan campuran etanol 10 persen) di beberapa wilayah.

Namun, pakar otomotif menilai belum tentu etanol penyebab tunggal. “Bisa juga karena distribusi yang tidak sempurna, tangki SPBU kotor, atau pengendapan air,” jelas Wahyu, seorang mekanik di Kota Ledre.

“Yang jelas, kalau mobil mulai tersendat usai isi Pertalite, jangan dipaksa jalan jauh. Segera kuras tangki dan ganti BBM-nya,” tuturnya.

Di tengah maraknya kasus ini, konsumen mendesak pemerintah bertindak cepat. “Kalau memang ada masalah di BBM, harus ada kompensasi. Banyak warga rugi waktu dan biaya bengkel,” kata seorang pemilik motor yang terdampak, Fuad.

Bukan Sekadar Masalah Mesin

Kasus “Pertalite bermasalah” ini kini berkembang menjadi persoalan kepercayaan publik. Harga boleh murah, tapi kalau bikin kendaraan mogok, kepercayaan bisa hilang. Banyak warga mulai beralih ke Pertamax atau memilih BBM non-subsidi lain demi ketenangan. ‘’Tapi jangan sampai masalah ini dijadikan alasan pemerintah untuk menghapus BBM bersubsidi,’’ tandas Fuad.

Kini, warga menunggu hasil resmi uji laboratorium dan sikap tegas pemerintah. Sebab di balik mesin yang tersendat, ada keresahan nyata yang sedang “menyala” di hati para pengguna jalan Bojonegoro. (feb)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pertalite #spbu #etanol #pertamina patra niaga #bbm #pertamina #ngrowo #brebet #bojonegoro #mesin #sepeda motor #mobil #pertamax