Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Negara Mana Saja yang Menggunakan Bahan Bakar Etanol? Ini Detail dan Daftarnya

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 9 Oktober 2025 | 03:25 WIB
Sebuah SPBU di Brazil melayani pengisian bahan bakar etanol. (Dok Financial Times)
Sebuah SPBU di Brazil melayani pengisian bahan bakar etanol. (Dok Financial Times)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Indonesia telah memulai wacana penggunaan bahan bakar dengan campuran etanol untuk konsumsi masyarakat umum. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pada Rabu siang (7/10).

"Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol. Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol tujuannya agar kita tidak impor banyak," jelas Bahlil di hadapan awak media.

Menanggapi wacana dampak etanol terhadap mesin, Bahlil cukup santai karena pada umumnya, etanol dicampur dengan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah rendah. “Etanol itu selama di bawah 20 persen itu tidak ada masalah, selama etanolnya itu akan nonmurni,” tambahnya.

Saat ini di Indonesia, Pertamina sendiri telah memiliki produk BBM dengan campuran etanol, yakni Pertamax Green (RON 95) dengan kadar etanol 5 persen. Pun demikian, produk ini tidak sering dijumpai di pasaran.

“Saat ini kami Pertamina sudah ada produk E5, yaitu Pertamax Green 95, jadi artinya itu 5 persennya adalah etanol,” jelas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Sebagai catatan samping, untuk membedakan bahan bakar bercampur etanol dengan bahan bakar minyak murni, notasi E ditambahkan untuk menyebut kandungan etanol dalam bahan bakar. Sehingga bahan bakar dengan etanol 10 persen seperti yang dijelaskan Bahlil disebut E10, campuran etanol 20 persen disebut E20, dan seterusnya.

Di luar Indonesia, bahan bakar etanol populer digunakan sebagai bahan bakar oleh Amerika Serikat dan Brazil. Kebetulan, keduanya merupakan produsen etanol terbesar di dunia.

Data statistik dari World Population Review menyebutkan, sepanjang 2025 hingga saat ini, Amerika Serikat memproduksi 876 ribu barel per hari (bpd) etanol, dan mengkonsumsi 838 ribu bpd etanol. Sementara Brazil memproduksi 403 bpd etanol, dan mengkonsumsi 359 ribu bpd etanol.

Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)
Sebuah pompa bensin di Amerika Serikat yang menjual bahan bakar minyak dan etanol. (Dok. Nebraska Corn Board)

Di AS, bahan bakar etanol berbahan dasar jagung umumnya diperdagangkan dengan varian E10, E15, dan E85. Bahan bakar E85 umumnya hanya dapat dikonsumsi oleh kendaraan-kendaraan dengan jeroan mesin berbahan anti karat, yang kerap disebut flex-fuel vehicles (FFV) karena juga tetap dapat diisi BBM seperti biasa, serta etanol murni.

Selain itu, menurut Departemen Energi AS, beberapa negara bagian AS juga menjual berbagai varian etanol yang belum tentu tersedia di negara bagian lain, tergantung pada iklim dan industri pertanian jagung di wilayah setempat. Umumnya varian yang diperdagangkan adalah E5, E20 dan E30.

Berbeda dengan AS, Brazil mengandalkan tebu sebagai bahan baku utama pembuatan etanol, meskipun juga mengandalkan jagung sebagai bahan baku kedua. Rentang bahan bakar etanol yang dijual di Brazil lebih ekstrem lagi rentangnya, yakni E20, E25, E27 dan E100 alias etanol murni. Menurut laporan Reuters, Brazil juga akan segera memperdagangkan bahan bakar E30 ke pasaran.

Menurut Asosiasi Bioenergi dan Pertanian Tebu Brazil (UNICA), sepanjang musim panen 2024 negara tersebut telah menghasilkan 37,3 miliar liter etanol, 29,1 miliar diantaranya berasal dari tebu. Berkat produksi tersebut, Brazil dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dari kendaraan bermotor hingga 48 ton di tahun tersebut.

Meskipun belum banyak negara tetangga yang memakai bahan bakar berbasis etanol, semuanya menerima resepsi baik dari masyarakat setempat. Sejauh ini tercatat Australia, Filipina, Vietnam dan Thailand telah menerapkan penggunaan bahan bakar dengan campuran etanol.

Thailand sendiri cukup lama menjual bahan bakar E10, dan sejak 2008 telah menjual bahan bakar E20 dan E85, di samping bahan bakar gas alam (CNG) yang menjadi primadona di negara tersebut. Sementara itu, Australia hanya menjual bahan bakar E10 dan E85. Serupa dengan AS dan Brazil, bahan bakar etanol populer di negara bagian produsen tebu negara tersebut, yakni Queensland dan New South Wales. (edo)

Baca Juga: Apa Benar Etanol Dapat Menyebabkan Karat Pada Kendaraan? Begini Penjelasannya

Daftar Negara yang Memperdagangkan Bahan Bakar Campuran Etanol

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #Australia #jagung #indonesia #etanol #esdm #pertamina #bahan bakar campuran #bahan bakar minyak #kadar etanol #bahlil lahadalia #tebu #BMM #bahan bakar #brazil