RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) telah mencapai sekitar 60 persen pada semester pertama 2025.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, menyebut capaian tersebut berdampak positif terhadap keberlangsungan operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di daerah.
“Alhamdulillah, berkat adanya PPM, operasi di wilayah KKKS berjalan dengan baik. Dalam mencapai produksi yang ditargetkan, kami juga berdiri bersama masyarakat di wilayah operasi,” ujarnya pada Selasa (30/9).
Menurut Febrian, meningkatnya produksi migas di wilayah kerja turut diikuti dengan bertambahnya program pengembangan masyarakat. “Dengan meningkatnya produksi migas, program peningkatan pengembangan masyarakat juga semakin banyak,” imbuhnya.
Beberapa KKKS yang aktif menjalankan PPM di antaranya Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di Kabupaten Sampang dan Sumenep, serta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, menegaskan kontribusi HCML sangat vital bagi kebutuhan energi Jawa Timur. “Sekitar 50 sampai 60 persen pasokan gas untuk keperluan Jawa Timur berasal dari HCML. Fokus PPM kami ada di bidang pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian utama perusahaan. “Putra putri daerah juga menjadi tenaga penting dalam mendukung operasional HCML,” ungkap Hamim dalam konferensi pers di Surabaya. (dan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana