RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Indonesia melanjutkan upaya untuk memenuhi target produksi minyak bumi dan gas (migas) pada 2029 mendatang. Untuk memenuhi target 900.000 barel per hari (bph) tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana segera menawarkan 75 wilayah kerja produksi migas.
Seperti sebelum-sebelumnya, penawaran akan dilakukan dengan sistem lelang. Namun tidak seperti lelang biasa yang melakukan penawaran wilayah kerja secara bertahap, kali ini seluruh wilayah kerja akan ditawarkan secara serentak.
Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, lelang kali ini memang sengaja dikebut. “Kalau dibuat bertahap, target untuk peningkatan lifting (perolehan migas) tidak akan tercapai,” jelasnya kepada awak media nasional pada Rabu (3/9).
Sehingga seluruh wilayah kerja beserta detilnya bakal langsung dipamerkan secara bersama-sama. “Jadi seperti di toko, dipajang semua. Nanti jika ada badan usaha yang berminat, kalau ada dua atau tiga perusahaan yang tertarik, baru kita kompetisikan,” tambah Yuliot.
Spesialis komunikasi digital bidang energi, Widodo Djatmiko mewanti-wanti bahwa nantinya para perusahaan yang berminat perlu menyusun proposal untuk turut serta dalam lelang tersebut. Terlebih lelang bersifat terbuka untuk para pesaing.
“Investor dapat memilih mana (wilayah kerja) yang mereka minati, kemudian mereka bakal di beauty contest-kan (adu proposal). Ini adalah udangan terbuka bagi investor dan para pelaku hulu migas untuk memilih lahan terbaik dengan proses bisnis lebih cepat dan efisien,” jelasnya di media sosial pribadinya.
Kementerian ESDM berencana menerima penawaran dan proposal dari pihak-pihak yang tertarik hingga Oktober mendatang. Selain itu, kedepannya lelang serupa juga direncanakan digelar secara serentak, sama seperti saat ini. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana