RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, kembali melebihi perkiraan awal. Setelah diresmikan peningkatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juni lalu, dengan tambahan 30 ribu barel per hari (bph). Namun, saat diuji coba, mengalami lonjakan hingga 35 ribu bph.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, capaian tersebut diketahui saat dilakukan test hingga pertengahan Juli ini, "Banyu Urip alhamdulillah dari 30 bph, kemarin ditest bisa mencapai 35 ribu bph," ungkapnya saat memaparkan kinerja hulu migas pertengahan tahun 2025.
Djoko menambahkan, capaian 35 ribu bph ini menunjukkan peningkatan sejak peresmian oleh Presiden pada 26 Juni lalu, yang saat itu menyentuh angka 30 ribu bph.
"Mudah-mudahan bisa terus bertahan sampai akhir bulan ini," terangnya pada 21 Juli lalu.
Sebelumnya, peningkatan produksi ini berhasil dicapai berkat keberhasilan pengeboran tujuh sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), yang memakan waktu 8 bulan—lebih cepat dari target awal 10 bulan.
Tambahan produksi ini turut mendorong total produksi harian Blok Cepu naik dari 150 ribu menjadi 180 ribu bph, yang setara dengan 25 persen dari total lifting minyak nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya pada peresmian lalu menyebut peningkatan produksi ini sebagai langkah nyata menuju target 1 juta barel per hari pada 2029/2030.
Diketahui, total investasi proyek Blok Cepu mencapai USD 4 miliar, dan telah menyumbang USD 30 miliar untuk penerimaan negara, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bojonegoro dan Jawa Timur. (dan/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana