RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - PT Blora Patra Energi (BPE) Blora targetkan produksi minyak di sumur tua mencapai 215 Barrel of Oil Per Day (BOPD). Target tersebut meningkat 9 BOPD dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat sekitar 50 sumur yang terkendala aktivasi. PT BPE optimistis target tersebut optimis dicapai.
Direktur Utama BPE Blora Giri Mubaskoro mengungkapkan, jumlah keseluruhan sumur tua yang dikelola dari sumur Ledok dan Semanggi sebanyak 260 titik mulut sumur. Pada 2024 lalu bisa menghasilkan 206 BOPD.
Menurutnya jumlah tersebut meningkat dari 2023 lalu. Sementara untuk tahun ini, pihaknya menargetkan kenaikan sekitar 9 BOPD. “Target kami di 2025 ini 215 BOPD,” katanya. Pihaknya optimistis produksi bisa tercapai.
Sebab, pasca teken kerjasama dengan Pertamina EP beberapa hari lalu dan terbitnya Permen ESDM nomor 14 Tahun 2025. BUMD dan KUD mendapat legalitas mengelola sumur tua di Blora.
“Kami di sini (lapangan Ledok) BUMD dan pertamina di satu lapangan tapi dengan pertimbangan tidak mengganggu operasional pertamina. sehingga izin pengusaha sumur tua BPE diberikan oleh kementerian ESDM,” ungkapnya.
Ia memaparkan, saat ini sumur tua di Kawasan Ledok terdapat 190 titik sumur. Sementara yang sudah aktif beroperasi berjumlah 145 sumur. Sementara terdapat 50 sumur yang masih belum bisa beroperasi karena terdapat kendala.
“Masih ada sekitar 50 sumur terkendala seperti kotoran atau phising, ada cassing yang bocor itu akan kami evaluasi,” ungkapnya. Ditanya terkait harga jual, ia mengatakan mengikuti harga minyak mentah atau ICP.
Namun, tahun lalu pihaknya menegaskan tidak melakukan jual beli, hanya mengambil keuntungan dari jasa angkut. “Kami hanya menyerahkan minyak itu ke pertamina. Tidak ada proses jual beli,” tegasnya.
Giri menambahkan, dalam peraturan terbaru yang diterbitkan kementerian ESDM, pengelolaan sumur tua diwajibkan melibatkan masyarakat lokal di sekitar sumur tua seperti di Ledok dan Semanggi. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko