Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Energi, Sumber Daya dan Mineral Bahlil Lahadalia ke Bojonegoro pada Kamis siang (26/6) dibatalkan. Baik Presiden Prabowo maupun Bahlil memilih melakukan peresmian tambahan produksi minyak di Blok Cepu melalui sambungan telekonferensi Zoom.
Sesuai jadwal, sedianya Presiden Prabowo dan Bahlil direncanakan datang ke Lapangan Banyu Urip menggunakan helikopter dan mendarat di Stadion Mini Gayam. Ketibaan keduanya dijadwalkan pada pukul 13.00 wib.
Namun, hingga pukul 13.00 wib presiden dan menteri tidak kunjung datang ke Gayam. Dikabarkan keduanya berada di Banyuwangi untuk kegiatan serupa. Namun, kondisi cuaca buruk di Banyuwangi hingga menghalangi penerbangan helikopter dari Banyuwangi ke Bojonegoro.
Kekuatan pasukan dari berbagai unsur untuk pengamanan yang disiagakan di lokasi peresmian sebanyak 1.318 personil. Yakni dari TNI, gabungan kepolisian Polres Bojonegoro, Satpol PP, Damkarmat, BPBD dan berbagai unsur lain. Karena batal, akhirnya pasukan dibubarkan.
“Kegiatan pengamanan kedatangan presiden dinyatakan selesai, pasukan dapat kembali ke satuan masing-masing,” jelas Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Bambang Riyanto saat memimpin apel pembubaran pasukan.
Namun, dikabarkan usai dari Banyuwangi, Bahlil tetap bakal menyempatkan diri berkunjung ke Lapangan Banyu Urip. Hanya saja, kali ini akan transit dan mendarat di Bandara Ngloram, Blora lebih dulu, dan dilanjutkan menuju Lapangan Banyu Urip.
Kunjungan Presiden Prabowo ini sedianya bakal meresmikan tambahan produksi minyak sebesar 30 ribu barel per hari (bph) yang dicapai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Lapangan Banyu Urip, berkat penambahan sumur Banyu Urip Infill Clastic (BUIC). Jumlah tersebut meningkatkan kapasitas produksi lapangan minyak tersebut dari 150.000 bph menjadi kurang lebih 180.000 bph. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana