RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana pembangunan pabrik etanol-metanol di Bojonegoro, kembali berembus dari pemerintah pusat. Hal itu setelah Wakil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mempercepat pembangunan pada akhir 2027 mendatang.
Meski rencana pendirian pabrik telah jadi pembahasan di pemerintah kabupaten sejak akhir tahun lalu. Namun, informasi percepatan tersebut masih belum diketahui.’’Sejauh ini masih belum ada,” ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan.
Sementara itu, rencana percepatan pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro, disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung kemarin (14/3), yang menargetkan peningkatan kapasitas produksi pabrik metanol di Bojonegoro akan selesai pada 2027.
’’Kita mudah-mudahan itu nanti dengan percepatan. Kita mengharapkan akhir 2027 itu bisa diselesaikan industri metanol di Bojonegoro,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta. Menurutnya, metanol yang diproduksi bakal berasal dari bahan baku gas.
Sementara itu, sembari menunggu rencana realisasi pembangunan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro sudah menyiapkan lahan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yakni di sekitar lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).
Sebelumnya, Perum Perhutani KPH Bojonegoro telah menyiapkan lahan seluas 130 hektare (ha), dan 5.000 ha lahan Perhutani juga akan digunakan sebagai penyedia bahan baku. Sehingga, total seluas 5.130 ha lahan perhutani akan dimanfaatkan untuk rencana pembangunan pabrik etanol-metanol di Bojonegoro.
’’Luas lahan 130 ha di (Dusun) Sawit, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Ini masih proses pelepasan lahan,” ujar Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum dan Kepatuhan Perum Perhutani KPH Bojonegoro Sunyoto. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana