Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tahun Ini Tercatat 11 Desa Penghasil Migas di Bojonegoro, Besaran ADD Bakal Disesuaikan dengan Volume Produksi

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 15 Februari 2025 | 18:15 WIB
Pojok Migas.
Pojok Migas.

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penetapan lima desa penghasil minyak bumi dan migas (migas) tahun ini, membuat Kabupaten Bojonegoro memiliki total 11 desa penghasil. Meski status itu dipastikan memengaruhi alokasi dana desa (ADD) yang akan diterima, namun besaran ADD menyesuaikan produksi migas di masing-masing wilayah.

Kabid Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi menyampaikan, besaran ADD ini menyesuaikan dengan produksi dari masing-masing lapangan wilayah penghasil. “Karena harga minyak dan gas ini berbeda. Lebih mahal minyak,” terangnya. 

Namun, dia memastikan bahwa penetapan sebagai desa penghasil migas memengaruhi besaran ADD yang diterima masing-masing desa, meski perhitungannya berdasarkan sejumlah variabel. “Selain jumlah penduduk, juga jumlah produksi minyak yang dihasilkan dari masing-masing lapangan,” jelasnya.

Semantara itu, desa penghasil migas pertama di Bojonegoro, yakni Desa Campurejo Kecamatan Kota, diperkirakan mendapat ADD mencapai Rp 1,1 miliar. Namun, Pemdes mengaku masih menunggu penetapan resmi. ‘’Sejauh ini belum ada kabar pasti, Senin baru rapat dan disosialisasikan,” terang Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno.

Baca Juga: Lima Desa Di Sekitar Lapangan Kedung Keris dan Jambaran Tiung Biru Ditetapkan Desa Penghasil Migas

Sebanyak 11 desa penghasil meliputi Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan Ngampel, Kecamatan Kapas. Dua tersebut menjadi desa pertama di Bojonegoro yang ditetapkan sebagai desa penghasil, yang berada di kawasan lapangan Sukowati.

Kemudian, Desa Gayam dan Mojodelik, Beged dan Begadon, Kecamatan Gayam di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

Terbaru, ada lima desa yang ditetapkan sebagai desa penghasil migas di Bojonegoro. Yakni Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu; di lapangan minyak Kedung Keris (KDK), Blok Cepu. Kemudian, desa di wilayah Jambaran Tiung Biru (JTB) yakni Bandungrejo, Kecamatan Ngasem; Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo; serta Desa Kaliombo dan Desa Pelem, Kecamatan Purwosari. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana